ICMI Kota Tasikmalaya Gelar Pendidikan Inklusif untuk Gen Z

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. ICMI Kota Tasikmalaya menggelar Kegiatan Pendidikan Inklusif dan Sosialisasi Tasik Pelak bagi generasi Gen Z di Aula Kampus Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT), Jumat (22/11/2025). Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara, yang juga memberikan sambutan mengenai pentingnya penguatan karakter dan literasi generasi muda.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi siswa dan mahasiswa untuk memahami nilai inklusivitas, wawasan kebangsaan, dan pemahaman keagamaan yang moderat. Melalui forum ini, peserta diajak membangun pola pikir terbuka sekaligus meningkatkan kemampuan adaptif menghadapi dinamika sosial dan digital.
Selain fokus pada pengembangan Gen Z, kegiatan ini juga tak lepas dari kiprah panjang organisasi cendekiawan muslim di Indonesia. Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia atau ICMI dibentuk pada 7 Desember 1990 dalam pertemuan kaum cendekiawan muslim di Kota Malang pada 6–8 Desember 1990. Dalam forum tersebut, Baharuddin Jusuf Habibie terpilih sebagai ketua pertama. Lahirnya ICMI sendiri berawal dari diskusi kecil di Masjid Kampus Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang pada Februari 1990 yang kemudian berkembang menjadi wadah besar bagi para intelektual muslim di Indonesia. Sejarah itu pula yang kini diteruskan oleh ICMI Kota Tasikmalaya dalam bentuk kegiatan berorientasi literasi, inklusivitas, dan penguatan karakter.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan organisasi cendekiawan seperti ICMI Kota Tasikmalaya untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berlandaskan nilai kebangsaan. Ia menyebut generasi muda harus dibekali pemahaman yang seimbang antara keagamaan, teknologi, dan keterampilan sosial agar mampu bersaing secara sehat dan tetap menjaga harmoni di masyarakat.
ICMI Kota Tasikmalaya menghadirkan materi yang relevan dengan kebutuhan Gen Z, mulai dari isu toleransi, budaya digital, dinamika sosial-keagamaan, hingga pengenalan literasi lokal melalui program Tasik Pelak. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan keberagaman dan bagaimana nilai inklusivitas dapat menjadi fondasi bagi generasi muda dalam menghadapi era yang serba cepat.
Kegiatan ini diikuti siswa, mahasiswa, dan komunitas pemuda dari berbagai wilayah di Tasikmalaya. Selain menambah wawasan, acara ini menjadi ruang bertukar gagasan dan memperluas jejaring antar generasi muda. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat terhadap pendidikan inklusif dan literasi kebangsaan semakin tinggi.
ICMI Kota Tasikmalaya menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Pemerintah daerah pun menyambut baik upaya tersebut, mengingat tantangan generasi muda semakin kompleks dan memerlukan pendampingan yang berkelanjutan.



