lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sehari setelah kebakaran meluluhlantakkan puluhan rumah di Kampung Adat Ciptamulya, ratusan penyintas masih berjuang menjalani hari-hari di pengungsian dan rumah kerabat. Di tengah kebutuhan dasar yang mendesak, Kemensos bantu korban kebakaran Ciptamulya, Kementerian Sosial bergerak menyalurkan bantuan logistik senilai sekitar Rp278 juta untuk memastikan 420 warga terdampak tetap memperoleh makanan, tempat beristirahat, dan perlengkapan selama masa tanggap darurat.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Sentra Palamarta Sukabumi, Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari penanganan darurat pascakebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di kawasan adat tersebut.
Lalu, bantuan apa saja yang diberikan pemerintah kepada para penyintas, dan bagaimana proses penanganannya di lapangan?
Kemensos Pastikan Kebutuhan Dasar Penyintas Terpenuhi
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, pada masa tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
Karena itu, Kementerian Sosial Republik Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan kepada seluruh penyintas berjalan optimal.
“Pada masa tanggap darurat, yang paling utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Oleh karena itu, Kemensos menyalurkan bantuan logistik dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan kepada para penyintas berjalan optimal,” kata Gus Ipul di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Nilai bantuan logistik yang disalurkan mencapai sekitar Rp278 juta.
Bantuan Logistik Disalurkan dari Tiga Titik
Dalam program Kemensos Bantu Korban Kebakaran Ciptamulya, bantuan logistik dikirim dari tiga lokasi berbeda.
Dari Sentra Palamarta Sukabumi, bantuan meliputi kasur, selimut, paket family kit, perlengkapan anak, pakaian dewasa, tenda gulung, tenda keluarga, hingga velbed.
Sementara Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat mengirimkan beras sebanyak 1.500 kilogram, tenda induk, tenda keluarga, makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, perlengkapan ibadah, pakaian, hingga berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Adapun Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi turut menyalurkan matras dan perlengkapan anak untuk melengkapi kebutuhan para penyintas.
Selain bantuan dari Kemensos, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui APBD juga menyalurkan bantuan berupa mi instan, nasi liwet, gula, biskuit, air mineral, serta paket perlengkapan mandi.
Dapur Umum dan Posko Pengungsian Terus Beroperasi
Selama masa tanggap darurat, penanganan korban tidak hanya difokuskan pada distribusi logistik.
Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi bersama Tagana, BPBD, Pordam, dan pemerintah daerah terus melakukan asesmen kebutuhan warga, mengelola posko pengungsian, serta mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan para penyintas.
Sebagian warga masih bertahan di rumah kerabat, sementara lainnya tetap berada di lokasi pengungsian yang telah disiapkan pemerintah.
Sebanyak 420 Warga Terdampak Kebakaran
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB diduga dipicu korsleting listrik.
Api dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah di Kampung Adat Ciptamulya berbahan kayu dan beratap ijuk. Kondisi angin yang cukup kencang serta jarak antarbangunan yang rapat mempercepat penyebaran kobaran api.
Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 70 rumah terbakar dan berdampak pada 70 kepala keluarga atau sekitar 420 jiwa.
Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Pemerintah memastikan pendampingan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat. Selain distribusi logistik, Kemensos Bantu Korban Kebakaran Ciptamulya juga menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh penyintas memperoleh kebutuhan dasar hingga kondisi di lapangan benar-benar pulih. (HS)
