lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Prediksi PSPS Riau vs PSGC Ciamis lebih mengunggulkan tuan rumah, tetapi Laskar Singacala masih mempunyai peluang mencetak gol. Produktivitas PSPS dan kesulitan PSGC menjaga pertahanan menjadi alasan utama pertandingan ini terasa berat bagi wakil Kabupaten Ciamis.
Pertandingan pekan kesembilan Grup A Pegadaian Championship 2026/2027 berlangsung di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Minggu, 8 November 2026, pukul 19.00 WIB. Dalam jadwal resmi I.League, tuan rumah menggunakan nama PSPS Pekanbaru.
Berdasarkan delapan pertandingan pertama, PSPS memimpin klasemen dengan 19 poin. PSGC berada di posisi kesembilan dengan tujuh poin, tertinggal 12 angka.
Perbedaan tersebut juga terlihat pada serangan. PSPS mencetak 16 gol, sedangkan PSGC baru menghasilkan tujuh gol. Pertahanan tuan rumah kebobolan sembilan kali, lebih sedikit daripada 13 gol yang bersarang ke gawang PSGC.
PSGC Membawa Masalah yang Lebih Panjang
PSPS tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan Championship terakhir. Enam kemenangan beruntun mendahului hasil imbang 1–1 di kandang Adhyaksa FC Bekasi pada 31 Oktober.
Sebaliknya, PSGC hanya memperoleh satu poin dalam empat pertandingan liga terakhir. Mereka kalah dari Adhyaksa, Persiraja, dan PSMS, serta bermain imbang melawan PSIS.
Dalam rangkaian empat pertandingan itu, PSGC hanya mencetak dua gol dan kebobolan delapan kali. Artinya, persoalan mereka sudah muncul sebelum kekalahan 0–6 dari PSS Sleman di I.League Cup pada 4 November.
Kekalahan di Sleman memang memperbesar tekanan. Namun, pertandingan tersebut juga memiliki konteks penting karena PSGC menghadapi klub kasta tertinggi dan kehilangan Muhammad Fikram sebelum babak pertama berakhir.
Laporan resmi I.League mencatat PSS menghasilkan 31 tembakan, termasuk 15 tepat sasaran. PSGC membalas dengan sepuluh percobaan, empat di antaranya mengarah ke gawang.
Angka itu menunjukkan besarnya tekanan yang PSGC hadapi. Namun, hasil tersebut tidak masuk perhitungan statistik Championship dan tidak berarti PSPS otomatis mampu mengulang kemenangan dengan selisih serupa.
Persiapan PSGC juga berlangsung setelah perubahan staf kepelatihan. Menurut laporan detikJabar pada 5 November, CEO PSGC Herdiat Sunarya mengonfirmasi pengunduran diri Eka Ramdani dan Boy Jati Asmara.
Herry Kiswanto tetap menjadi pelatih kepala. Pergantian pendampingnya menambah kebutuhan koordinasi dalam persiapan, meski belum ada dasar untuk memastikan pengaruhnya terhadap hasil pertandingan.
Gamaroni Tajam, PSGC Masih Punya Ezechiel
Antonio Gamaroni menjadi ancaman utama tuan rumah. Ia mencetak tujuh gol sampai pertandingan ketujuh, lalu menambah satu gol ketika PSPS menahan Adhyaksa.
Perhitungan dari laporan resmi tersebut menghasilkan delapan gol, setara separuh seluruh gol liga PSPS. PSGC perlu membatasi kesempatan Gamaroni tanpa membiarkan pemain lain mendapat ruang.
Di kubu tim tamu, Ezechiel Ndouassel tetap menjadi harapan. Berdasarkan rangkaian laporan I.League, ia menyumbangkan lima dari tujuh gol liga PSGC, atau sekitar 71 persen.
Ketergantungan itu membuat dukungan pemain lain penting. PSGC membutuhkan lebih banyak kesempatan bagi Ezechiel sekaligus ancaman tambahan ketika lawan menutup ruangnya.
PSPS pun tidak datang tanpa persoalan. Mereka kalah 1–3 dari Bhayangkara dalam I.League Cup pada 4 November, dengan Akhyar Ilyas menyebut jadwal padat memengaruhi kebugaran pemain.
Kondisi tersebut memberi PSGC alasan untuk menjaga pertandingan tetap ketat. Mereka perlu menghindari kebobolan cepat, mempertahankan konsentrasi, dan memanfaatkan kesempatan secara hemat.
PSPS mendapat keuntungan karena kembali bermain di Pekanbaru, sedangkan PSGC menjalani perjalanan tandang setelah laga di Sleman. Namun, beban perjalanan saja tidak cukup untuk memastikan siapa yang lebih lelah.
Redaksi memperkirakan PSPS menang 2–1 berdasarkan konsistensi liga dan ketajaman serangannya. Skor 2–0 menjadi alternatif apabila tuan rumah berhasil membatasi Ezechiel. Peluang kejutan PSGC tetap terbuka jika pertahanannya membaik dan kesempatan mencetak gol tidak terbuang. (ALP)
