lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. IPB University menawarkan tiga agenda kemitraan strategis untuk memperkuat kemandirian pangan nasional pada 2027. Gagasan tersebut disampaikan Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet dalam IPB Stakeholder Forum 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu, 4 November 2026.
Forum bertema Meneguhkan Kemandirian, Menginspirasi Masa Depan itu mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, industri, dan organisasi masyarakat sipil. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembahasan mengenai kontribusi riset, inovasi, serta kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan ketahanan pangan.
IPB menilai kemandirian pangan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Keterlibatan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah diperlukan agar hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Tiga Agenda Kemitraan IPB untuk 2027
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menawarkan tiga agenda kemitraan strategis yang akan dikembangkan pada 2027.
Agenda pertama adalah penguatan talenta agromaritim melalui kerja sama pendidikan dan industri. Program ini mencakup magang industri terintegrasi, pembelajaran bersama dunia usaha, serta pengembangan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan sektor agromaritim.
Agenda kedua berupa penguatan riset bersama dan hilirisasi dalam skala industri. IPB mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi inovasi dan produk yang digunakan masyarakat maupun dunia usaha.
Agenda ketiga adalah replikasi program pemberdayaan desa melalui model One Village One CEO (OVOC) dan Dosen Pulang Kampung. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat desa melalui pendampingan dan pengembangan potensi lokal.
Menurut Alim, pengembangan ekosistem riset, inovasi, pendidikan, dan kemitraan menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan pangan yang semakin kompleks.
IPB mencatat telah bekerja sama dengan lebih dari 1.500 mitra strategis. Ekosistem Agromaritim 5.0 yang dikembangkan perguruan tinggi tersebut juga disebut telah menjangkau lebih dari 9.000 desa di Indonesia.
Pemerintah Dorong Cadangan Pangan hingga Desa
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq yang hadir dalam forum tersebut menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Hanif, cadangan pangan tidak cukup hanya tersedia di tingkat pemerintah pusat dan Perum Bulog. Pemerintah daerah hingga desa juga perlu memiliki cadangan untuk menghadapi kondisi darurat, terutama ketika terjadi bencana.
Ia juga menyoroti tantangan perubahan iklim ekstrem, ketidakpastian geopolitik, dan gangguan rantai pasok global yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan.
Hanif berharap hasil pembahasan dalam forum dapat diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk menjadi bahan kebijakan maupun program konkret.
Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University Alfian Helmi melaporkan forum tersebut dihadiri lebih dari 200 mitra strategis.
Melalui IPB Stakeholder Forum 2026, IPB berharap kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat semakin berkembang sehingga hasil riset dan inovasi dapat memberikan manfaat langsung bagi pembangunan pangan nasional. (NS/AS)
