lintaspriangan.com, OLAHRAGA. Malam kelam harus dialami PSGC Ciamis saat bertandang ke markas PSS Sleman dalam lanjutan League Cup Indonesia Grup F. PSGC Ciamis dibantai PSS Sleman dengan skor telak 0-6 di Stadion Maguwoharjo, Rabu (4/11/2026).
Penyerang asal Brasil, Gustavo Tocantins, menjadi mimpi buruk bagi pertahanan PSGC. Ia mencetak empat gol sekaligus mengukir quattrick. Sementara dua gol lainnya disumbangkan Muhammad Dimas Drajad.
Kekalahan besar ini tak lepas dari situasi sulit yang dialami PSGC sejak penghujung babak pertama. Kehilangan satu pemain akibat kartu merah membuat tim asuhan Heri Kiswanto semakin kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah.
Padahal, PSGC sempat memberikan perlawanan pada awal pertandingan. Kaka Reda memperoleh peluang pada menit ke-4, tetapi tendangannya masih melambung di atas mistar.
Yandi Sofyan Munawar juga mencoba mengancam melalui sepakan jarak jauh pada menit ke-14. Namun, upayanya masih mampu diamankan penjaga gawang PSS.
Di kubu tuan rumah, PSS terus meningkatkan tekanan. Kiper PSGC, Muhammad Raufa Aghastya, beberapa kali harus bekerja keras menghalau serangan, termasuk peluang Stefan Ashkovski pada menit ke-10.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-33. Gustavo Tocantins berhasil memanfaatkan umpan Riko Simandjuntak untuk membawa PSS unggul 1-0.
Petaka bagi PSGC datang menjelang turun minum. Pada menit ke-41, Muhammad Fikram yang sebelumnya mendapat kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Kim Jeffrey Kurniawan harus menerima kartu merah setelah wasit meninjau tayangan VAR.
Keputusan tersebut membuat PSGC kehilangan satu pemain sekaligus harus menghadapi hukuman penalti. Tocantins yang menjadi eksekutor sukses menggandakan keunggulan PSS menjadi 2-0.
PSS Mengamuk di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, keunggulan jumlah pemain membuat PSS Sleman semakin leluasa mengendalikan permainan. PSGC kesulitan mengembangkan serangan dan lebih banyak dipaksa bertahan.
Tiga menit setelah babak kedua dimulai, Muhammad Dimas Drajad memperbesar keunggulan PSS menjadi 3-0. Enam menit kemudian, tepatnya pada menit ke-54, Dimas kembali mencetak gol setelah memanfaatkan umpan Riko Simandjuntak.
PSGC mencoba mengubah keadaan melalui pergantian pemain. Pada menit ke-57, Ezechiel Ndouasel dan Akmal Juanda masuk menggantikan Ichsan Kurniawan serta Johan Bonilla.
Namun, pergantian tersebut belum mampu menghentikan dominasi PSS. Pada menit ke-70, wasit kembali meninjau VAR setelah muncul dugaan handball Darrell Nathan Ang di kotak penalti.
Hasil peninjauan berujung hadiah penalti bagi PSS. Tocantins kembali dipercaya sebagai algojo dan sukses menjalankan tugasnya. Gol tersebut melengkapi hattrick sekaligus membawa PSS unggul 5-0.
Quattrick Tocantins Tutup Pesta Gol PSS
Meski tertinggal jauh, PSGC masih berusaha mencari gol hiburan. Ezechiel Ndouasel memperoleh peluang melalui sundulan pada menit ke-76, tetapi bola belum menemui sasaran.
Akmal Juanda juga mencoba mengancam pada menit ke-86. Disusul peluang sundulan Ezechiel pada menit ke-89. Namun, seluruh upaya tersebut belum mampu mengubah kedudukan.
Sebaliknya, PSS tetap berbahaya melalui serangan balik. Salah satu peluang tuan rumah bahkan sempat membentur tiang gawang pada menit ke-82.
Pesta gol PSS akhirnya ditutup oleh Gustavo Tocantins pada masa tambahan waktu. Gol keempat penyerang Brasil tersebut memastikan kemenangan telak tuan rumah dengan skor 6-0.
Hasil ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi PSGC Ciamis. Evaluasi tidak hanya dibutuhkan pada lini pertahanan yang kebobolan enam gol, tetapi juga pada konsistensi permainan dan kemampuan tim mengatasi tekanan ketika berada dalam situasi sulit.
Kekalahan di Maguwoharjo menjadi alarm bagi Laskar Singacala untuk segera berbenah. PSGC harus menemukan cara bangkit agar hasil buruk tersebut tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya di League Cup Indonesia. (FSL/HS)
