Aroma Tak Sedap di Balik Gazebo Unsil yang Roboh

lintaspriangan.com, TAJUK. Ada yang jauh lebih berat dari sekadar puing genteng dan rangka baja di Universitas Siliwangi (Unsil). Ada aroma tak sedap yang menguar dari balik tragedi robohnya gazebo yang menimpa belasan mahasiswa. Ini bukan sekadar kecelakaan. Bukan mustahil, ini adalah sebuah borok yang pecah di tengah kampus.

Mari kita letakkan fakta di atas meja. Ada selintas kabar, Konstruksi gazebo yang roboh itu direhabilitasi tahun 2019. Baru enam tahun. Di hari kejadian, tidak ada angin topan, tidak ada badai, tidak ada guncangan gempa. Gazebo itu roboh begitu saja, seperti lelah menahan dirinya sendiri, lalu menyerah.

Dalam dunia konstruksi, “keruntuhan dalam diam” seperti ini adalah anomali paling busuk. Roboh tanpa stimulan guncangan yang signifikan kerap dianggap sebagai penanda kegagalan sistemik.

- Advertisement -

Selama ini, kita kerap dicekoki brosur-brosur yang menjanjikan baja ringan adalah material “dewa”. Itu karena material ini anti rayap, anti karat, ringan, kuat, dengan garansi menantang zaman hingga puluhan tahun. Enam tahun adalah usia yang konyol. Enam tahun adalah sebuah penghinaan terhadap janji ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih jika itu terjadi di area sebuah lembaga pendidikan tinggi.

Lalu, di mana letak bau busuknya?

Pertama, mari kita cium aroma inkompetensi teknis yang paling jelas. Dari berbagai dokumentasi berita yang beredar, terlihat atap gazebo itu menggunakan penutup genteng.

Ini adalah petunjuk krusial. Genteng (baik keramik atau beton) adalah beban mati yang brutal, bisa mencapai 40 hingga 60 kg per meter persegi. Beban ini 10 sampai 20 kali lipat lebih berat dibanding atap metal ringan (spandek).

Sebenarnya, baja ringan absolut sanggup menahan genteng, dengan catatan memang konstruksinya didesain untuk itu. Perhitungannya menuntut jarak kuda-kuda yang rapat, profil baja yang lebih tebal (mungkin 1,00 mm, bukan 0,75 mm), dan jumlah sekrup yang tak bisa ditawar.

Ketika atap itu roboh begitu saja, pertanyaan paling logis adalah: Apakah rehabilitasi 2019 itu dirancang oleh insinyur profesional, atau hanya “proyek” yang dikerjakan berdasarkan asumsi tukang yang biasa memasang atap spandek? Jika ini yang terjadi, ini bukan kecelakaan, ini adalah kelalaian kriminal.

Jika desainnya benar, aroma kedua jauh lebih menusuk: aroma “baja banci” dan praktik culas.

Pasar konstruksi kita keruh. Publik tahu ada istilah “baja banci”, material yang spesifikasinya palsu. Ditulis tebal 0,75 mm, padahal realitasnya hanya 0,60 mm. Dikatakan memiliki lapisan anti karat (galvalume) mumpuni, nyatanya tipis dan gampang korosi.

Dan rentang waktu enam tahun, adalah waktu yang lebih dari cukup bagi baja berkualitas rendah untuk menyerah, lalu menjelma jadi musibah.

Di sinilah kita harus bertanya. Proyek rehabilitasi 2019 itu menggunakan material apa? Apakah ada proses quality control? Apakah material yang datang di lokasi sudah sesuai standar SNI? Atau, apakah demi mengejar margin keuntungan, spesifikasi itu “dimainkan” oleh kontraktor, dan celakanya, pengawas proyek “menutup mata”?

Aroma ketiga adalah bau amis proses pengadaan.

Kehebatan baja ringan ada di dua titik, yakni di material ber-SNI dan aplikator (pemasang) bersertifikat. Baja ringan adalah sistem puzzle presisi. Salah pasang satu sekrup, efek domino kegagalan akan berjalan.

Siapakah aplikator yang mengerjakan proyek 2019 itu? Apakah mereka kompeten dan bersertifikat, atau sekadar pemborong lokal yang “dekat” dengan lingkar kekuasaan kampus dan memenangkan tender dengan harga termurah, mengorbankan kualitas?

Tragedi Unsil bukan sekadar soal musibah. Ini bisa jadi soal integritas. Ini soal kultur pengawasan, soal profesionalisme, dan soal keberanian untuk mengatakan “tidak” pada material murah dan praktik kotor.

Runtuhnya gazebo ini terjadi di rahim pendidikan, tempat yang seharusnya menjunjung tinggi standar dan kejujuran. Membersihkan puing-puingnya gampang. Yang sulit adalah membersihkan aroma tak sedap dari praktik yang jangan-jangan sudah jadi “biasa” selama ini.

Audit total dan independen atas proyek 2019 itu adalah harga mati. Siapa kontraktornya, apa spesifikasi materialnya, siapa pengawasnya, seperti apa proses pengadaannya, seprofesional apa aplikastornya. Buka semuanya ke publik. Jika tidak, kita hanya sedang menunggu atap-atap lain di unviersitas kebanggaan Tasikmalaya itu, menunggu korban berikutnya. (GPS)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Sumpah Pemuda 2026, Aslim Ajak Generasi Muda Tasikmalaya Berani Menciptakan Peluang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. TASIKMALAYA – Tantangan generasi muda hari...

Bupati Herdiat: Kades di Ciamis Harus Tertib Administrasi, Hindari Masalah Hukum

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. ‎Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan pentingnya...

Dodo Rosada: Sidak Tambang Galian C di Tasikmalaya Akan Terus Dilakukan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya,...

Bupati Herdiat Tekankan Pentingnya Karakter Pemuda pada Peringatan Sumpah Pemuda ke-98

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. ‎Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengajak generasi...

Nasabah BMT Miftahussalam Ciamis Mengeluh, Puluhan Spanduk Tuntut Kepastian Dana Rp8,5 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ketidakpastian pengembalian dana sekitar Rp8,5 miliar...

JAWA BARAT

Tari Merak Massal Jadi Agenda Pelestarian Budaya Pemuda Jawa Barat pada Hari Sumpah Pemuda

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Tari Merak Massal menjadi salah satu...

Pengendalian Inflasi Kota Sukabumi, TPID Sepakati Empat Langkah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Pengendalian inflasi Kota Sukabumi menjadi fokus...

Festival Literasi Kota Cirebon Digelar hingga 29 Oktober, Ini Agenda dan Tujuannya

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Festival Literasi Kota Cirebon 2026 resmi...

Job Fair Kabupaten Bekasi 2026, Tawarkan 1.313 Lowongan Kerja

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Job Fair Kabupaten Bekasi 2026 menawarkan...

Lomba Toilet Bersih Sekolah Kota Bandung, Ini 8 Kriteria Penilaiannya

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Lomba toilet bersih sekolah Kota Bandung...

Pilkades Digital Sumedang Digelar Hari Ini, Keamanan Suara Jadi Sorotan

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pemilihan kepala desa (Pilkades) digital Sumedang...

Kota Bekasi VS Kabupaten Bogor di PORPROV Jabar 2026, Misi Emas Langsung Diuji!

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Futsal Kota Bekasi VS Kabupaten Bogor...

Futsal Purwakarta VS Bekasi di PORPROV Jabar 2026, Ambisi Emas Bertemu Tantangan Grup C

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Tim Futsal Purwakarta VS Bekasi menjadi...

Olahraga

Kategori Populer