Raksa Budaya Santun, Ribuan Warga Tasikmalaya Bergerak!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kota Tasikmalaya tumpah ruah di jalan utama Kecamatan Bungursari, Sabtu (12/10/2025). Mereka ikut memeriahkan Raksa Budaya Santun, salah satu agenda besar dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya.
Sejak pagi, kawasan Bungursari dipadati peserta gerak jalan santai yang dilepas langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya. Warga dari berbagai kalangan—pelajar, komunitas, hingga aparatur pemerintah—berbaris rapi di titik start. Suasana gembira dan penuh semangat mewarnai langkah mereka menyusuri rute yang telah ditentukan.
Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat. Di sepanjang jalan, warga yang menonton memberi dukungan dengan sorak sorai dan tepuk tangan, menciptakan suasana meriah yang jarang terlihat di kawasan ini.
UMKM dan Layanan Publik Jadi Daya Tarik
Tidak hanya gerak jalan, Raksa Budaya Santun di Bungursari juga menghadirkan bazar UMKM yang memikat perhatian pengunjung. Puluhan pelaku usaha lokal menampilkan produk unggulan seperti makanan olahan, busana khas Tasikmalaya, hingga kerajinan tangan. Antusiasme warga membuat transaksi di area bazar berlangsung ramai sejak pagi hingga sore hari.
Selain bazar, panitia juga menyiapkan layanan publik terpadu. Warga dapat mengurus administrasi kependudukan, konsultasi kesehatan, hingga memperoleh informasi perizinan usaha secara langsung. Di sisi lain, pemerintah menyediakan gerakan pangan murah yang membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga bersahabat.
Kegiatan sosial turut mewarnai acara. Bantuan sembako dibagikan kepada warga kurang mampu, sementara petugas kebersihan dan relawan bekerja sama menjaga ketertiban serta kebersihan area kegiatan. Semua elemen masyarakat berperan aktif agar suasana tetap tertib, aman, dan nyaman.
Tema “SANTUN” Wujud Kolaborasi Warga dan Pemerintah
Program Raksa Budaya Santun merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-24. Tahun ini, pemerintah kota mengangkat tema SANTUN, singkatan dari Selalu Ada, Nyaman, Tulus, dan Unggul. Tema tersebut menjadi arah dalam membangun hubungan harmonis antara pemerintah dan masyarakat.
Acara di Bungursari menjadi episode kedua dari rangkaian kegiatan yang berlangsung di sepuluh kecamatan. Setiap wilayah menampilkan potensi lokalnya sendiri, baik melalui seni budaya, ekonomi kreatif, maupun pelayanan publik. Dengan konsep keliling kecamatan, pemerintah ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat ikut menikmati suasana perayaan hari jadi kota.
Wali Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa Raksa Budaya Santun bukan sekadar ajang seremonial. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat rasa memiliki warga terhadap pembangunan daerah, sekaligus memperluas akses pelayanan publik hingga ke tingkat kecamatan.
Dampak Sosial dan Ekonomi di Tengah Perayaan
Antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan ini membawa dampak nyata. Warga memperoleh layanan publik tanpa harus datang ke kantor dinas, sementara pelaku UMKM menikmati peningkatan penjualan selama acara berlangsung. Banyak warga juga menyebut kegiatan seperti ini bisa menjadi sarana silaturahmi antarwarga yang semakin jarang terjadi.
Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam menyukseskan perayaan ini. Kolaborasi antara panitia, aparat, pelaku usaha, dan warga menjadi kunci sukses terselenggaranya acara dengan lancar. Arus lalu lintas sempat padat di beberapa titik, tetapi koordinasi antara petugas dan relawan mampu menjaga situasi tetap kondusif.
Rangkaian Raksa Budaya Santun Berlanjut
Setelah Bungursari, kegiatan Raksa Budaya Santun akan berlanjut ke kecamatan lain. Setiap pekan, masyarakat di wilayah berbeda akan merasakan semangat yang sama—semangat bergerak bersama dalam kebersamaan, budaya, dan pelayanan publik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap nilai-nilai SANTUN dapat tumbuh sebagai karakter warga kota: selalu hadir untuk sesama, bekerja dengan ketulusan, dan terus berupaya menjadi masyarakat yang unggul. (AC)



