Berita Ciamis

Bimtek Simpatika-Emis: Operator RA Menuju Kemandirian

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kementerian Agama Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Integritas Simpatika-Emis.

Acara yang mengusung tema “Semua Bisa Akses, Semua Bisa Sukses, Operator Smart, Bahagia Penuh Cinta” dan dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 18 hingga 21 November 2024, dengan pembagian peserta berdasarkan wilayah.

Hari kedua Bimtek, Selasa (19/11/2024), diikuti oleh peserta dari wilayah dua, yaitu Kawali dan Cipaku. Wilayah lain seperti Tambaksari dijadwalkan mengikuti kegiatan ini pada hari berikutnya.

Lalis, Ketua KKRA, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para operator madrasah. “Kami ingin operator mampu mengelola data secara mandiri tanpa bergantung pada operator kecamatan,” ujarnya.

Total peserta Bimtek mencapai 640 orang, dengan pembagian 167 peserta di hari pertama, 165 peserta di hari kedua, 163 peserta di hari ketiga, dan 159 peserta pada hari terakhir. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan peran operator dalam pengelolaan data pendidikan berbasis digital.

Dalam pembukaannya, Lalis menegaskan bahwa teknologi terus berkembang sehingga para operator harus memperbarui keterampilannya secara berkala. “Operator harus berdaya dan tidak gagap teknologi,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan operator madrasah terhadap pihak lain.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Lalis memperkenalkan Mars KKRA, lagu ciptaannya yang bertujuan untuk memotivasi seluruh peserta. Lagu tersebut, menurut Lalis, terinspirasi dari semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang harus dimiliki para operator.

“Mars ini saya ciptakan hanya dalam waktu dua minggu, tetapi penuh dengan semangat kebanggaan,” katanya.

Selain itu, acara ini diselenggarakan dengan bimbingan Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kabupaten Ciamis untuk memastikan pelaksanaan sesuai aturan.

“Kami selalu berkoordinasi, baik dalam penyusunan surat, banner, hingga pelaksanaan teknis kegiatan,” tambah Lalis.

Jajang Jamaludin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari persiapan integrasi data antara aplikasi Emis dan Simpatika.

“Integrasi ini akan mulai diterapkan pada Tahun Anggaran 2025 untuk mempermudah pengelolaan data guru, siswa, dan lembaga dalam satu sistem,” ungkapnya.

Menurut Jajang, Emis selama ini digunakan untuk pengelolaan data siswa dan lembaga, sedangkan Simpatika fokus pada data guru. Dengan adanya integrasi ini, diperlukan operator yang lebih kompeten.

“Kami membutuhkan SDM yang mampu memahami teknologi dan memanfaatkan sistem digital untuk mendukung tertib administrasi,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan panduan teknis kepada para operator agar lebih memahami sistem baru yang akan diterapkan.

“Operator harus mampu mengelola data dengan baik dan profesional. Hal ini penting dalam mendukung transformasi digital di lingkungan madrasah,” kata Jajang.

Dengan jumlah 385 RA yang terdaftar di Kabupaten Ciamis, keberhasilan integrasi Emis dan Simpatika menjadi kunci dalam pengelolaan data yang lebih efektif. KKRA sebagai penyelenggara menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.

Jajang berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan operator, tetapi juga memberikan dampak positif bagi administrasi pendidikan di tingkat madrasah. “Transformasi digital adalah bagian dari prioritas nasional, dan ini harus didukung oleh SDM yang berkualitas,” tutupnya.

Melalui Bimtek ini, diharapkan operator RA di Kabupaten Ciamis menjadi lebih mandiri dan profesional dalam menjalankan tugas. Lalis menambahkan bahwa kemandirian operator akan mendukung visi Kementerian Agama untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih modern dan akuntabel.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Bimtek ini menjadi momentum untuk mempersiapkan langkah besar menuju digitalisasi pendidikan. Peserta tidak hanya memperoleh ilmu teknis, tetapi juga semangat kebersamaan yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA: Siswa SMPN 5 Tarkid Perluas Wawasan Lewat Kunjungan DPRD

“Semua bisa akses, semua bisa sukses,” ujar Lalis penuh optimisme.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pengelolaan administrasi di tingkat madrasah. Melalui sinergi antara teknologi dan sumber daya manusia, Kabupaten Ciamis siap menghadapi tantangan transformasi digital pendidikan. (Rini/lintaspriangan.com)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button