Mahasiswa KKN Edukasi Cegah Kekerasan di Karyamukti

lintasprriangan.com, BERITA DAERAH. Mahasiswa dari Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh, Kabupaten Ciamis, menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Jawa Barat.
Kegiatan ini diadakan di aula kantor desa sebagai upaya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kekerasan yang sering terjadi terhadap perempuan dan anak.
Saat ini, kekerasan terhadap kelompok rentan tersebut menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan, sehingga diperlukan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan pencegahan.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Universitas Galuh mendatangkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Ketut Sukmoro S. Kep, Ners dari UPTD Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P5A) Kecamatan Banjarsari dan Banjaranyar.
Sebagai seorang profesional yang bekerja di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Ketut Sukmoro menyampaikan materi terkait dengan upaya pencegahan kekerasan, memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai bentuk kekerasan, dampaknya terhadap korban, dan cara-cara untuk mencegah serta melaporkan kejadian tersebut.
Yogi, salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Karyamukti mengenai pentingnya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter masyarakat yang lebih peduli dan responsif terhadap isu-isu kekerasan, sehingga lingkungan yang lebih aman dan nyaman dapat tercipta bagi semua lapisan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
“Kami sebagai mahasiswa Universitas Galuh merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama dalam hal yang sangat penting seperti ini. Dengan memberikan pengetahuan yang benar tentang bahaya kekerasan, kami berharap masyarakat Desa Karyamukti semakin sadar dan mampu mencegah tindakan kekerasan sebelum terjadi,” jelas Yogi, Senin (14/10/2024).
Selama masa penugasannya di Desa Karyamukti, mahasiswa KKN dari Universitas Galuh telah melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain sosialisasi mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak, mereka juga telah mengadakan penyuluhan di bidang pertanian, bekerja sama dengan para petani setempat.
Dalam penyuluhan ini, mereka berbagi pengetahuan tentang teknik-teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk meningkatkan hasil panen serta mendukung ketahanan pangan desa.
Selain itu, mahasiswa KKN juga aktif dalam kegiatan lain seperti kunjungan ke lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Desa Karyamukti, memberikan dukungan dan pendampingan kepada siswa dan guru. Mereka juga terlibat dalam pembuatan pupuk organik cair bersama masyarakat setempat.
Pupuk organik cair ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ramah lingkungan untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan di desa tersebut. Selain di bidang pertanian, mereka juga memberikan pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Karyamukti, dengan melakukan beberapa kali kunjungan ke pelaku UMKM untuk memberikan ide-ide pengembangan usaha.
Kepala Desa Karyamukti, Andri Suwandi, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap kontribusi yang telah diberikan oleh para mahasiswa KKN dari Universitas Galuh.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN di desanya telah membawa banyak hal positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi upaya dan kerja keras para mahasiswa KKN ini. Mereka telah melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga kegiatan-kegiatan yang mendukung bidang pertanian dan UMKM di desa kami. Hal ini tentu sangat membantu kami dalam memajukan Desa Karyamukti,” ujar Andri.
Andri juga menambahkan bahwa hingga saat ini, pihak desa belum menerima laporan mengenai adanya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Desa Karyamukti.
Meskipun demikian, ia menyadari pentingnya melakukan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mampu melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah terjadinya kekerasan.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat mengenai bahaya kekerasan semakin meningkat, sehingga kasus-kasus kekerasan dapat diantisipasi sejak dini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi perempuan dan anak-anak di Desa Karyamukti,” pungkas Andri.



