208 Peserta Ikuti Putaran Kelima Liga Merpati Ciamis di Lapak Cibuntu

lintaspriangan.com. CIAMIS. Komunitas Pecinta Merpati Balap Ciamis kembali menggelar ajang dua mingguan Liga Merpati Ciamis, yang kali ini memasuki putaran kelima. Lomba berlangsung di Lapak Cibuntu, Desa Kertasari, Kecamatan Ciamis, pada Sabtu (19/07/2025), dan diikuti sebanyak 208 peserta.
Sekretaris Liga Merpati Ciamis, Onex, mengatakan, kompetisi ini merupakan bagian dari 24 putaran liga yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun.
“Ajang ini digelar dua minggu sekali dan lokasi lomba selalu berpindah-pindah, seperti di Lapak Gapura Banagara, Gunungsari, Caruy Sukajadi, dan lainnya,” kata Onex.
Ia menambahkan, setiap putaran menjadi kesempatan bagi peserta, baik individu maupun tim, untuk mengumpulkan poin menuju Grand Final atau Anniversary League di akhir musim.
“Nantinya, peserta dengan akumulasi poin tertinggi akan keluar sebagai juara dan berhak mendapatkan hadiah sesuai ketentuan panitia,” jelasnya.
Berbeda dari liga merpati lainnya, Liga Merpati Ciamis tidak menerapkan sistem babak kualifikasi. Siapa pun bisa ikut serta tanpa batasan jenis merpati, baik dari Ciamis maupun luar daerah.
“Yang terpenting adalah sportivitas dan kecintaan terhadap hobi ini. Liga ini terbuka untuk semua kalangan,” ujar Onex.
Pelaksanaan liga merupakan hasil kolaborasi antara pengurus pusat, panitia lokal lapak, serta komunitas penggemar merpati. Menurutnya, kerja sama ini penting untuk menjamin kompetisi berjalan tertib dan sesuai standar.
BACA JUGA: KONI Ciamis Hadapi Ketidakpastian Anggaran Jelang Porprov Jabar 2026
Tak sekadar lomba, Liga Merpati Ciamis juga menjadi ajang silaturahmi antar pencinta merpati dari berbagai daerah, seperti Tasikmalaya, Kota Banjar, dan sekitarnya. Onex berharap, liga ini bisa mendorong potensi peternak lokal.
“Melalui ajang ini, kami ingin menampilkan hasil-hasil persilangan merpati unggul khas Ciamis yang punya potensi bersaing di tingkat nasional,” ungkapnya.
Lebih jauh, Onex berharap Liga Merpati Ciamis bisa melahirkan generasi peternak baru yang mampu menghasilkan merpati balap berkualitas.
“Ini bagian dari upaya membangun ekosistem merpati balap yang sehat dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (Lintas Priangan/NID)



