Status Tanggap Darurat Kota Tasikmalaya Mendapat Dukungan Luas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Jumat (7/11/2025) malam, langit Kota Tasikmalaya kembali menumpahkan hujan deras. Sejak sebelum azan Magrib, guyuran air terus membasahi jalan-jalan kota hingga menjelang pukul 19.00. Sesekali, kilat menyambar dan suara petir terdengar menggema di langit. Meski tak disertai angin kencang seperti beberapa hari sebelumnya, suasana tetap terasa waspada—apalagi status Kota Tasikmalaya baru saja dinaikkan menjadi tanggap darurat bencana.
Dalam kondisi seperti ini, mata dan telinga semua pihak tertuju pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya. Lembaga ini kini menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga di tengah potensi bencana yang bisa muncul kapan saja.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H. Ucu Anwar, memastikan seluruh tim sedang siaga penuh.
“Monitor… Tim siaga penuh dan sedang patroli,” tulisnya singkat, menandakan bahwa koordinasi di lapangan terus berjalan.
Langkah cepat BPBD ini bukan hal baru. Sejak status dinaikkan dari “siaga” menjadi “tanggap darurat” dua hari lalu, jajaran BPBD Kota Tasikmalaya memang terus memperketat pemantauan di sejumlah titik rawan banjir dan longsor. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Kawalu, Cibeureum, dan Tamansari disebut menjadi daerah prioritas pengawasan.
Dukungan dari Berbagai Elemen
Kesiapsiagaan BPBD tak berjalan sendirian. Sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas sosial di Kota Tasikmalaya juga menunjukkan kepedulian mereka.
Salah satunya datang dari Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan atas gerak cepat BPBD yang terus berjaga tanpa kenal waktu.
“Kami sudah mengimbau para pengurus dan anggota KNPI agar ikut siaga. Kalau hujan deras turun lama, semua harus siap membantu, minimal dalam pemantauan dan laporan kondisi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari kalangan jurnalis dan konten kreator yang tergabung dalam SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif). Ketua SWAKKA, Mukhlis, mengingatkan pentingnya peran media dalam membantu upaya tanggap darurat.
“Kalau hujan deras dan cukup lama, mata dan telinga rekan-rekan harus semakin awas dan tajam. Jangan lupa, nomor Pusdalops BPBD Kota Tasikmalaya pastikan tersimpan di HP kita,” katanya, memberi penekanan bahwa informasi cepat dan akurat bisa menyelamatkan banyak orang.
Tak ketinggalan, suara dukungan juga datang dari Gabrutas (Gabungan Barudak Tasikmalaya). Ketua Gabrutas, Asep Marinda, menegaskan bahwa kelompoknya tetap peduli terhadap potensi bencana, meski dikenal sebagai kelompok yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah.
“Kami memang tengah menyoroti urusan tata ruang yang jadi salah satu penyebab banjir di Kota Tasikmalaya. Tapi, itu bukan berarti kami tidak peduli terhadap keselamatan warga. Kami siap mendukung status tanggap darurat bencana dan siap turun jika diperlukan,” ucap Asep tegas.
Siaga dan Solidaritas
Hujan deras malam ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab BPBD semata. Ia adalah kerja kolektif, gotong royong yang lahir dari kesadaran bersama. Di tengah derasnya hujan, ada para petugas lapangan yang masih berpatroli dengan mantel basah. Ada relawan yang memantau debit sungai dari pos ronda. Ada jurnalis yang menyiapkan kamera untuk merekam situasi darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Dan di atas semua itu, ada semangat warga Tasikmalaya untuk saling menjaga. Karena bencana, sekecil apa pun, tidak bisa dihadapi sendirian.
Warga yang menemukan tanda-tanda bahaya seperti genangan air cepat naik, longsor, atau pohon tumbang, diminta segera melapor ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Tasikmalaya melalui nomor darurat 0811 210 11 13 (Call Center BPBD Kota Tasikmalaya).
Hujan mungkin belum reda, tapi semangat siaga dan solidaritas warga Tasikmalaya malam ini terasa hangat—lebih hangat dari secangkir kopi yang diseduh di tengah suara hujan. (GPS)



