Pengurus Pemuda PUI Kota Tasikmalaya Periode 2025–2028 Resmi Dilantik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pengurus Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya periode 2025–2028 resmi dilantik, Sabtu (13/12/2025). Pelantikan yang digelar di Graha Halim Sanusi PUI, Jalan Cinehel Nomor 18, Cigereung, Kota Tasikmalaya, ini menandai dimulainya kepengurusan baru yang mengusung tema Kolaborasi Pemuda PUI Menuju Generasi Emas.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Tasikmalaya, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budi Mahmud, S.E., jajaran DPD PUI Kota Tasikmalaya, Dewan Pakar PUI Kota Tasikmalaya, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, serta tokoh PUI Bapak Enan. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menjadi sinyal kuat dukungan lintas sektor terhadap peran strategis pemuda PUI di Tasikmalaya.
Dalam pelantikan tersebut, Fikri Dikriansyah, S.Hum. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Daerah Pemuda PUI Kota Tasikmalaya. Kepengurusan baru ini akan mengemban amanah organisasi selama tiga tahun ke depan, hingga 2028, dengan fokus utama pada penguatan kaderisasi pemuda dan kontribusi nyata bagi pembangunan umat.
Fikri menegaskan bahwa Pemuda PUI memiliki modal sosial dan kelembagaan yang kuat. Salah satunya adalah keberadaan 23 sekolah PUI yang tersebar di Kota Tasikmalaya. Jaringan pendidikan ini dinilai menjadi instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda yang religius, kritis, dan berdaya saing.
“PUI memiliki instrumen pembangunan umat dan generasi muda yang nyata. Dengan adanya 23 sekolah PUI di Kota Tasikmalaya, ini menjadi potensi besar yang harus dikelola secara kolaboratif,” ujar Fikri dalam sambutannya.
Ia juga memaparkan strategi kepengurusan ke depan yang menitikberatkan pada penguatan ruang diskusi dan kajian. Menurutnya, Pemuda PUI akan lebih sering berkumpul untuk berdialog, membedah isu-isu aktual, serta menggelar kajian keagamaan, politik, dan persoalan sosial lainnya yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“Strategi kami sederhana tapi konsisten, yaitu lebih sering berkumpul dan berdiskusi. Kami ingin Pemuda PUI menjadi ruang belajar bersama, tempat bertukar gagasan, sekaligus wadah pembentukan sikap dan nilai,” katanya.
Tak hanya berbicara soal program, Fikri juga menekankan pentingnya fondasi moral dalam berorganisasi. Ia mengingatkan bahwa kesabaran dan keikhlasan harus menjadi dasar utama setiap kader dalam menjalankan amanah organisasi.
“Pesan saya, dasar pertama dalam berorganisasi adalah sabar dan ikhlas. Tujuan kita adalah menjadi sebaik-baik manusia, dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya dalam sambutannya mengapresiasi peran Pemuda PUI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membina generasi muda. Ia berharap kolaborasi antara organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk menyongsong bonus demografi dan generasi emas di masa mendatang.
Pelantikan Pengurus Pemuda PUI Kota Tasikmalaya periode 2025–2028 ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum konsolidasi gerakan pemuda berbasis nilai keislaman dan kebangsaan. Dengan dukungan jejaring pendidikan dan komitmen kolaborasi, Pemuda PUI diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam membentuk arah pembangunan generasi muda di Kota Tasikmalaya. (DH)



