Pemkot Tasikmalaya Gelar HUT KORPRI dengan Senam dan Kuliner Gratis

Pemkot Tasikmalaya menggelar HUT KORPRI dengan senam sehat, kuliner gratis, dan lomba beregu.
lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan menggelar kegiatan peringatan HUT KORPRI ke-54 pada Sabtu, 29 November 2025. Acara ini memadukan olahraga massal, kompetisi beregu, pelayanan donor darah, dan paket kuliner gratis untuk masyarakat. Perayaan tersebut akan berlangsung di Lapangan Upacara Bale Kota Tasikmalaya mulai pukul 06.30 WIB. Rangkaian kegiatan difokuskan pada kolaborasi pegawai negeri dan warga, sekaligus menjadi ruang publik untuk memperkuat peran aparatur sipil negara.
Momentum HUT KORPRI menjadi penting karena melibatkan ribuan peserta dari berbagai perangkat daerah, ASN, serta warga. Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan hiburan, tetapi juga menyediakan 2.000 porsi makanan gratis. Penyelenggara kegiatan adalah Pemkot Tasikmalaya bekerja sama dengan Dewan Pengurus KORPRI Kota Tasikmalaya dan Bank BJB Cabang Tasikmalaya sebagai mitra pemberi hadiah.
Pembagian makanan gratis dilakukan melalui voucher elektronik. Pengunjung cukup memindai barcode yang tersedia di lokasi dan mengisi Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk verifikasi. Sistem ini menjadi penanda digital sekaligus metode pengawasan yang tidak bergantung pada distribusi manual.
Pemerintah berharap mekanisme ini membatasi kecurangan sekaligus mempercepat proses pelayanan.

Selain kuliner gratis, sejumlah kompetisi fisik digelar. Lomba gerak jalan beregu dan tarumpah panjang menjadi bagian utama acara. Komposisi perlombaan dibuat untuk mendorong kerja tim, bukan sekadar adu kecepatan. Peserta berasal dari unit kerja berbeda, mulai perangkat kecamatan hingga dinas. Pemenang lomba mendapatkan hadiah yang disediakan panitia.
Ragam Aktivitas di Lapangan
Acara akan berlangsung sejak pagi. Senam sehat massal menjadi pembuka. Kegiatan ini dipilih karena bersifat universal: mudah diikuti, tidak membutuhkan peralatan khusus, dan menyesuaikan kondisi fisik peserta. Senam bersama juga menjadi simbol solidaritas ASN Kota Tasikmalaya—mengikat semangat kerja kolektif yang selama ini menjadi identitas Korps Pegawai Republik Indonesia.
Layanan donor darah ditambahkan dalam agenda sebagai bentuk kontribusi publik. Tidak hanya ASN, masyarakat umum dapat ikut mendonorkan darahnya. Panitia bekerja sama dengan tim medis untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi. Tujuannya tidak hanya memenuhi stok PMI, tetapi juga membangun kebiasaan sosial yang berkelanjutan.
Baca juga: Tol Dalam Kota Bandung: Digagas Sejak 1996, Kini Masuk PSN Prabowo
Hiburan di bagian akhir menghadirkan para juara ASN Got Talent 2024. Pemilihan bintang panggung dilakukan berdasarkan prestasi, bukan popularitas semata. Model ini mempertahankan karakter acara agar tetap berorientasi pada penghargaan karya ASN.
Puncak perhatian peserta berada pada pengumuman doorprize. Panitia menyediakan hadiah umroh dan sejumlah hadiah menarik lainnya. Cara mendapatkannya juga berbasis sistem digital: pemilik NIP dapat memperoleh kupon doorprize melalui barcode di lokasi acara. Menurut panitia, mekanisme tersebut menghindari duplikasi tiket dan memberi peluang yang adil bagi seluruh peserta ASN.
Konteks Peringatan HUT KORPRI di Tasikmalaya
Perayaan HUT KORPRI Kota Tasikmalaya bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi aparatur pemerintahan di tingkat kota. Seleksi acara, mulai dari olahraga massal hingga pelayanan publik, menunjukkan orientasi Pemkot yang tidak hanya mengedepankan rekreasi, tetapi juga membangun interaksi positif dengan warga.
Model event digital melalui pemindaian barcode memberi catatan tersendiri. Sistem berbasis NIP menguatkan pendataan dan distribusi hadiah agar tepat sasaran. Dengan penerapan teknologi sederhana, panitia mengurangi beban administratif yang biasanya muncul pada acara massal.
Kegiatan ini juga berperan sebagai ruang promosi tata kelola publik. Pemerintah daerah terlihat mendorong interaksi langsung antara aparatur dan warga. Hal ini memperkecil jarak simbolik antara birokrasi dan masyarakat, sekaligus memberi contoh bagaimana perayaan organisasi pegawai dapat berdampak pada publik.
Pemerintah berharap tradisi ini menciptakan ruang partisipasi yang sehat, bukan sekadar perayaan seremonial. Jika model ini berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, struktur perayaan bisa menjadi standar penyelenggaraan kegiatan publik di tingkat kota: terbuka, inklusif, dan berbasis manfaat
HUT KORPRI sebagai Sarana Interaksi ASN dan Warga
Keberadaan ASN dalam penyelenggaraan HUT KORPRI tidak hanya diposisikan sebagai peserta internal. Mereka menjadi bagian dari ekosistem pelayanan di lapangan. Kegiatan sosial seperti donor darah memberi bukti bahwa ASN berperan dalam isu kemanusiaan, bukan sekadar pelaksana administrasi. Dalam konteks pelayanan publik, rangkaian kegiatan seperti ini memperluas wajah birokrasi dan menempatkannya di tengah komunitas sosial.
Bagi Kota Tasikmalaya, rangkaian kegiatan HUT KORPRI menjadi sarana memperkenalkan praktik pengelolaan publik yang bisa direplikasi. Ketika warga dan aparatur terlibat dalam acara yang sama, dialog sosial tidak lagi bersifat top-down. Keterlibatan ini membuka ruang komunikasi yang lebih organik dan meminimalkan kesan jarak antara pemerintah dan masyarakat. (MD)



