Jalan Bojonggambir Puluhan Tahun Tak Diaspal, Masuk Program Prioritas 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Setelah puluhan tahun melewati jalan berlubang dan bertanah, warga Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya bisa bernapas lega. Dua ruas jalan yang tak pernah tersentuh pembangunan sejak era Presiden Soekarno kini resmi masuk dalam program prioritas pembangunan tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Ruas yang dimaksud adalah Jalan Cireundeu–Cihanura dan Jalan Bojongkapol–Cikangkung di Desa Cempakasari, dua jalur vital yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pusat ekonomi kecamatan.
Selama puluhan tahun, warga harus berjuang melintasi jalan rusak parah sejauh belasan kilometer — penuh lubang, berbatu, dan berubah jadi lumpur saat hujan. Banyak kendaraan roda dua yang kerap mogok di tengah jalan, bahkan mobil ambulans pun sulit melintas saat darurat.
Masuk Program Prioritas 2026
Kabar baik itu datang setelah Pemkab Tasikmalaya menetapkan kedua ruas jalan tersebut sebagai bagian dari 24 ruas prioritas pembangunan tahun 2026, yang akan dibiayai melalui skema pinjaman daerah bernilai ratusan miliar rupiah dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, menyatakan pihaknya telah lama memperjuangkan perbaikan jalan di wilayah Bojonggambir. Menurutnya, kondisi di lapangan sudah terlalu lama memprihatinkan.
“Warga sudah menunggu puluhan tahun. Sekarang saatnya mereka menikmati hasil pembangunan yang layak,” ujarnya. Ia memastikan dua ruas jalan itu juga telah dimasukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai bukti komitmen pemerintah daerah.
Warga: “Mudah-Mudahan Bukan Janji Manis Lagi”
Kabar gembira ini disambut hangat oleh warga setempat. Seorang tenaga kesehatan di Bojonggambir yang enggan disebut namanya mengaku senang sekaligus harap-harap cemas.
“Waktu saya sampaikan ke warga, semua langsung bersyukur. Tapi mereka juga bilang, mudah-mudahan bukan PHP (pemberi harapan palsu), karena sudah sering dengar janji yang sama,” ungkapnya, Minggu (02/11/2025)
Sebagai petugas kesehatan yang sering turun ke lapangan, ia merasakan langsung betapa sulitnya akses ke rumah pasien di daerah pelosok. “Kadang kami harus dorong motor di tengah lumpur. Kalau ada ibu melahirkan atau pasien gawat, perjuangan bisa dua kali lipat.”
Harapan untuk Akses Layak di Selatan Tasikmalaya
Warga berharap pembangunan tahun depan benar-benar terealisasi. Sebab, jalan yang baik bukan hanya memperlancar ekonomi dan pendidikan, tetapi juga menjadi urat nadi pelayanan publik.
“Bojonggambir ini seperti terisolasi di tengah Kabupaten Tasikmalaya. Kalau jalan sudah bagus, kami yakin geliat ekonomi dan pelayanan kesehatan pun akan meningkat,” kata warga lainnya.
Kini, harapan baru mulai tumbuh di tengah masyarakat. Setelah puluhan tahun “berteman” dengan lubang dan lumpur, mereka akhirnya punya alasan untuk percaya bahwa pembangunan juga akan sampai ke pelosok selatan Tasikmalaya.



