1000 Guru Padati Seminar “How to Be a Great Teacher” di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pagi tadi, Selasa 2 September 2025, ketika udara Tasikmalaya masih basah oleh embun. Namun sejak pukul tujuh, arus manusia sudah mengalir deras menuju Aulia Hall Center. Bukan konser musik, bukan pula pesta politik, melainkan sebuah seminar nasional bertema How to Be a Great Teacher. Judulnya memang sederhana, tapi dengan subjul yang lebih tajam—Pengajar Belum Tentu Mengajar, Tapi Mampu Menginspirasi.
Di pelataran gedung, wajah-wajah penuh semangat tampak jelas. Ada yang datang berombongan, ada pula yang memilih berjalan sendiri sambil menggenggam buku catatan. Kebanyakan mereka mengenakan batik. Tak kurang dari 1.000 guru hadir, menjadikan ruangan yang megah itu mendadak terasa intim, seolah sedang berlangsung sebuah pertemuan keluarga besar yang sama-sama mencintai profesi mulia ini.
Ketika Pemuda Menyentuh Pendidikan
Seminar ini bukan inisiatif tunggal, melainkan hasil kolaborasi antara Teacherpreneur Nusantara dan KNPI Kota Tasikmalaya, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ketua KNPI, Dhany Tardiwan Noor, berdiri di podium saat memberikan sambutan:
“Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pemuda untuk ikut serta membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Tasikmalaya.”
Kalimat itu terasa seperti pledoi generasi muda, bahwa pendidikan tidak boleh hanya menjadi urusan para guru atau birokrat, melainkan sebuah kerja bersama. Pemuda ikut turun tangan, menyodorkan energi dan gagasan segar.
Inspirasi dari Seorang Coach
Hadir sebagai narasumber utama, Syafi’i Efendi, M.M., seorang International Certified Coach sekaligus motivator yang sudah malang-melintang di berbagai panggung nasional. Dengan gaya bicara yang menarik, ia mengguncang kesadaran para guru yang mendengarnya.
“Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan rumus atau mengulang halaman buku. Menjadi guru berarti mampu menyalakan api dalam diri murid, hingga mereka berjalan dengan cahaya itu sepanjang hidupnya,” katanya.
Ruangan hening, hanya terdengar desah napas dan beberapa peserta yang buru-buru menuliskan kalimat tersebut. Ada guru yang terlihat mengangguk, ada juga yang matanya berbinar. Kata-kata itu seolah menegaskan kembali alasan mengapa mereka memilih jalan pengabdian ini. Bukan sekadar untuk mengajar, melainkan untuk memberi arah masa depan yang lebih baik.
Dukungan dari Pucuk Kepemimpinan
Walikota Tasikmalaya hadir membuka acara, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan Kemenag Kota Tasik, hingga Kapolres. Simbol kehadiran para pemangku kebijakan ini bukan hanya formalitas. Ia menandai bahwa pendidikan dipandang sebagai urusan yang melintasi batas institusi. Bahwa guru, pemuda, aparat, hingga birokrat harus duduk dalam lingkaran yang sama demi membangun generasi.
Guru-Guru sebagai Inspirator
Di sela-sela seminar, banyak guru yang saling bertukar cerita. Seorang guru dari daerah pinggiran bercerita, ia harus menempuh perjalanan cukup jauh. “Capek itu biasa. Yang penting saya pulang dengan semangat baru. Saya ingin anak-anak saya tidak sekadar lulus, tapi berani bermimpi,” ujarnya sambil tersenyum.
Kisah-kisah seperti itu bertebaran di sudut-sudut ruangan. Terlihat jelas, seminar ini bukan agenda formal, melainkan ruang pertemuan jiwa-jiwa yang sama-sama haus akan inspirasi.
Dari Ruang Seminar ke Ruang Kelas
Acara berakhir tepat pukul 12.00. Tepuk tangan panjang menggema, bukan hanya untuk narasumber, tetapi juga untuk semangat bersama yang tumbuh. Para guru beranjak pulang, membawa catatan, pengalaman, dan mungkin juga sebuah tekad baru.
Tasikmalaya hari ini menunjukkan bahwa pendidikan bisa digerakkan oleh banyak tangan. Bahwa guru bukan hanya pengajar, melainkan inspirator. Dan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari kebersamaan yang tulus demi kebaikan masa depan.
Seminar ini mungkin hanya berlangsung empat jam. Namun, percikan yang lahir darinya bisa bertahan jauh lebih lama. Dari ruang Aulia Hall Center, api kecil itu kini menyala, dan siap menyalakan lilin-lilin kecil di setiap ruang kelas di Tasikmalaya. (Lintas Priangan/AA)



