Berita Tasikmalaya

Banjir AP Tasikmalaya: Akankah Dilestarikan di Era Viman–Dicky?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video pendek berdurasi 10 detik yang diunggah akun TikTok @saymeap pada Minggu, 2 November 2025, mendadak menarik perhatian publik Tasikmalaya. Meski singkat, video tersebut justru menjadi sorotan karena menggambarkan kondisi yang sudah akrab di benak warga setiap musim hujan: Asia Plaza (AP) Tasikmalaya kembali dikepung banjir.

Hanya dalam 24 jam, video itu hampir menyentuh 110.000 tayangan dengan jumlah like mendekati 1.500 sasat berita ini ditulis, Senin (03/11/2025). Angka yang tak kecil untuk konten lokal. Boleh jadi, karena realitas yang ditampilkan begitu dekat dengan keseharian warga, menjadikannya cepat menyebar di jagat TikTok Tasikmalaya.


Jembatan Kayu ala AP: Mirip Benteng Takeshi

Video tersebut memperlihatkan adegan yang tampak lucu sekaligus menyedihkan. Sebuah jembatan darurat dari kayu, lebarnya sekitar 50 sentimeter, menjadi akses keluar bagi pengunjung Asia Plaza. Puluhan orang yang didominasi muda-mudi, tampak berjalan perlahan melewati titian kayu tersebut untuk menuju parkiran dan pintu keluar.

Situasi itu membuat AP terlihat seperti wahana dadakan, bukan pusat perbelanjaan modern. Tak heran, caption yang ditulis pengunggah berbunyi jenaka:
“emang konsepnya harus melewati rintangan dulu kalo mau nge-mall di tasik”.

Respons warganet pun tak kalah menggelitik. Kolom komentar ramai oleh candaan bernada satir, menandakan betapa akrabnya warga dengan fenomena banjir di kawasan tersebut.

Berikut beberapa komentar warga:

  • “Teejay pindah ini teh?” – Hulk Baik
  • “Udah ada jembatannya sekarang mah guys. Waktu itu kita gugujubaran.” – Ebinovnov
  • “njirrr lagi pada benteng takeshi.” – hshsjsjsj550
  • “udh biasa klo hujan besar AP jd balong.” – Dessy
  • “itung itung latihan jembatan sirathal mustakim :(“ – Nero123burn
  • “nyieun bngunan luhureun selokan tuda.” – Jakir

Beragam komentar ini menunjukkan bahwa peristiwa banjir di Asia Plaza bukan lagi kejadian mengejutkan. Bagi sebagian warga, situasi itu bahkan sudah dianggap “tradisi tahunan”.


Dua Sinyal Penting dari Warga

Di balik kelakar warganet, ada dua pesan serius yang layak diperhatikan pemerintah daerah:

1. Warga Semakin Sadar, Lokasi AP Itu Bermasalah

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan kesadaran publik bahwa Asia Plaza berdiri di kawasan yang memang bermasalah sejak awal. Faktor tata ruang dan aliran drainase di sekitar pusat kota sudah lama menjadi sorotan.

2. Banjir di AP Itu Masalah Klasik

Sebagian warga menyebut banjir di AP sudah terjadi bertahun-tahun, terutama saat hujan besar. Mereka tak lagi melihatnya sebagai insiden, melainkan rutinitas musiman yang “dilestarikan”.

Dengan kata lain, frustrasi publik semakin tampak. Mereka tidak hanya mengeluh, tetapi juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menata pusat kota.


Era Viman–Dicky: Ada Harapan atau Tambah Parah?

Pertanyaan besar pun kemudian mencuat:
Apakah di masa kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya Viman – Wakil Wali Kota Dicky, masalah ini bakal punya solusi? atau tetap “lestari”?

VimanDicky bisa dengan renyah merespons bahwa masalah tersebut bukan dibuat di era mereka. Toh, Viman-Dicky baru menjabat kurang dari setahun. Betul, yang membuat masalah memang bukan mereka. Tapi urusan solusi, seharusnya jadi PR besar untuk kepempimpinan hari ini.

Publik semakin kritis. Mereka tahu persoalan banjir AP bukan hanya soal curah hujan, melainkan soal tata kota yang diwariskan bertahun-tahun. Tanpa keberanian politik, masalah ini akan terus muncul, menjadi bahan candaan saban musim hujan.

Bagaimanapun, video 10 detik itu sudah cukup menunjukkan satu hal penting: masyarakat makin kritis, makin cerdas, dan makin vokal. Sekarang giliran pemerintah membuktikan bahwa mereka tidak tuli terhadap suara warganya.

Waktu yang akan menjawab:
Banjir AP Tasikmalaya: akan diperbaiki atau malah “dilestarikan”? (GPS)

Related Articles

Back to top button