Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu: Mahasiswa Unpad Meninggal di TKP

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sebuah kecelakaan maut di Tol Cisumdawu menjadi perhatian warga Jawa Barat pada Senin (13/10/2025) siang. Insiden tunggal di KM 158 jalur B (arah Cirebon menuju Bandung) menewaskan seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Mobil yang ia kendarai terbakar hebat usai menabrak pembatas jalan, hingga menyisakan rangka logam di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian
Kepolisian dan petugas pemadam kebakaran Sumedang menjelaskan, kecelakaan maut di Tol Cisumdawu itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Mobil jenis Toyota Raize melaju cepat di jalur menurun kawasan Jatinangor. Saat kendaraan melintas di turunan, pengemudi kehilangan kendali. Mobil oleng, menabrak crash cushion, lalu terpental ke sisi kiri jalan dan langsung terbakar.
Api menjalar sangat cepat. Petugas pemadam yang tiba sekitar 15 menit setelah laporan masuk, bekerja keras memadamkan kobaran api selama 20 menit. Setelah api padam, mereka menemukan mobil dalam kondisi hangus total.
Identitas Korban
Korban bernama Muhammad Isthofain Mutaaliy (19), mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2024. Pemuda asal Lembang, Kabupaten Bandung Barat itu sedang dalam perjalanan menuju Bandung setelah beraktivitas di luar kampus.
Polisi menemukan tubuh korban terlempar sejauh dua meter dari mobil. Ia meninggal seketika akibat benturan keras. Meskipun mobilnya terbakar habis, jasad korban tidak ikut terbakar karena posisinya berada di luar kendaraan. Petugas segera mengevakuasi jasad ke RSUD Sumedang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan Penyebab dan Langkah Polisi
Kanit Laka Polres Sumedang, Ipda Arief, menyebut kecepatan tinggi menjadi faktor utama kecelakaan maut di Tol Cisumdawu ini. Ia menjelaskan bahwa kontur jalan di lokasi cukup menurun dan sering menipu pandangan pengemudi. Jika laju kendaraan melebihi batas aman, kendaraan bisa kehilangan kendali dan berujung fatal.
Tim Inafis Polres Sumedang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengumpulkan potongan logam kendaraan, bekas benturan di pembatas jalan, serta sisa bahan bakar untuk dianalisis. Polisi juga berkoordinasi dengan pengelola Tol Cisumdawu untuk mengevaluasi sistem keselamatan, termasuk posisi rambu dan crash barrier di jalur tersebut.
Duka Kampus dan Imbauan Keselamatan
Kabar duka menyebar cepat di lingkungan Universitas Padjadjaran. Pihak kampus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Kasus ini kembali mengingatkan pengguna jalan akan pentingnya kehati-hatian. Polisi mengimbau setiap pengendara menjaga kecepatan, memastikan kondisi fisik tetap prima, dan memeriksa kelayakan kendaraan sebelum bepergian. Rem, ban, serta sistem pendingin harus berada dalam kondisi optimal.
Selain itu, pengemudi diminta beristirahat cukup sebelum berkendara jarak jauh. Kondisi mengantuk menjadi salah satu penyebab terbesar kecelakaan di jalan tol.
Kecelakaan maut di Tol Cisumdawu di KM 158 menambah daftar panjang tragedi di jalur bebas hambatan tersebut. Korban muda yang baru memulai perjalanan akademiknya harus kehilangan nyawa akibat kelalaian kecil yang berujung fatal. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengendara agar selalu mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan kecepatan di atas batas wajar. (EH)



