Dari Rias Pengantin ke Ekonomi Kreatif: Harpi Ciamis Angkat Budaya Sunda

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peran perias pengantin tidak hanya sebatas seni merias, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal.
Hal inilah yang mengemuka dalam kegiatan seminar dan lomba tata rias pengantin inovasi komersial nusantara yang digelar Dewan Pimpinan Cabang-Himpunan Rias Pengantin Indonesia (DPC-Harpi) “Melati” Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Harpi Melati Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Senin (15/12/2025), sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Harpi DPC Kabupaten Ciamis periode 2025–2030 tersebut menjadi momentum penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perias pengantin, khususnya perempuan, agar mampu bersaing di tengah industri kecantikan yang semakin kompetitif.
Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan ekonomi dan sosial, terutama melalui sektor UMKM.
Menurut Ida, profesi perias pengantin memiliki potensi besar sebagai usaha kreatif berbasis budaya yang mampu membuka lapangan kerja sekaligus menjaga identitas lokal.
“Perempuan adalah penggerak utama kehidupan. Dari perempuan lahir generasi bangsa. Karena itu, perempuan harus diberdayakan, mandiri secara ekonomi, dan tetap menjaga jati diri budayanya,” ujar Ida dalam sambutannya.
Ia menilai, di tengah derasnya pengaruh tren rias pengantin modern dan global, perias di daerah harus mampu berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya.
BACA JUGA: Sekda Ciamis Tegaskan Makna Satyalencana Bagi ASN
Tata rias pengantin Sunda, kata dia, memiliki nilai estetika dan filosofi yang kuat sehingga perlu terus dikembangkan agar tetap relevan dan diminati masyarakat.
“Modernisasi tidak boleh menghapus identitas. Justru budaya lokal harus menjadi kekuatan dan pembeda dalam dunia usaha,” tambahnya.
Sebagai mitra kerja Kementerian Koperasi dan BUMN, Ida juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan UMKM perempuan, termasuk perias pengantin yang tergabung dalam Harpi.
Ia membuka ruang bagi organisasi dan pelaku usaha perempuan di daerah pemilihannya yaitu Kabupaten Ciamis, Pangandaran, Kuningan, dan Kota Banjar untuk mengajukan program pemberdayaan.
Melalui kegiatan ini, Harpi “Melati” Kabupaten Ciamis diharapkan mampu melahirkan perias pengantin yang profesional, kreatif, serta berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya Sunda dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis UMKM. (FSL)



