Berita Pangandaran

Kekayaan Kepala Daerah: Karawang Terkaya, Pangandaran Paling Sederhana

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pada tanggal 20 Februari 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah kepala daerah terpilih di Istana Negara. Dari pelantikan tersebut, perhatian publik tertuju pada dua sosok kepala daerah di Jawa Barat dengan latar belakang kekayaan yang kontras: Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, sebagai kepala daerah terkaya, dan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang disebut sebagai kepala daerah termiskin di provinsi tersebut.

Aep Syaepuloh: Bupati Karawang dengan Kekayaan Fantastis

Aep Syaepuloh, yang baru saja dilantik sebagai Bupati Karawang, mencatatkan dirinya sebagai kepala daerah terkaya di Jawa Barat, bahkan di Indonesia. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 Maret 2024, total kekayaan Aep mencapai Rp395 miliar.

Sebagian besar kekayaan Aep berasal dari 217 aset tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat, seperti Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Subang, dengan total nilai mencapai Rp328 miliar. Selain itu, ia juga memiliki sejumlah kendaraan bermotor dengan total nilai Rp6,4 miliar.

Kekayaan yang dimiliki Aep tidak hanya mencerminkan kesuksesan pribadinya, tetapi juga menggambarkan potensi ekonomi Kabupaten Karawang. Dikenal sebagai salah satu daerah industri terbesar di Indonesia, Karawang memiliki tingkat Upah Minimum Kabupaten (UMK) tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2025.

Citra Pitriyami: Bupati Pangandaran dengan Kesederhanaan

Di sisi lain, Citra Pitriyami, yang dilantik sebagai Bupati Pangandaran, dikenal sebagai kepala daerah dengan kekayaan paling rendah di Jawa Barat. Menurut LHKPN yang dilaporkannya, total kekayaan Citra sebesar Rp896 juta, yang terdiri dari satu bidang tanah dan bangunan serta satu unit mobil.

Lahir di Ciamis pada 12 Juli 1983, Citra menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Pangandaran dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 2006. Sebelum terjun ke dunia politik, ia berkarier di sektor swasta sebagai manajer selama lima tahun (2010-2015). Karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai anggota DPRD Pangandaran pada Pemilu 2019 melalui PDI Perjuangan.

Meskipun memiliki kekayaan yang relatif rendah dibandingkan dengan kepala daerah lainnya, Citra dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana dan dedikasinya terhadap masyarakat. Ia membawa visi “Pangandaran Melesat” yang sejalan dengan arah pembangunan yang telah dirintis oleh pendahulunya, Jeje Wiradinata. Citra menekankan pentingnya saran, masukan, dan kritik dari masyarakat dalam menjalankan kepemimpinannya.

Kontras Kekayaan dan Tantangan Kepemimpinan

Perbedaan mencolok antara kekayaan Aep Syaepuloh dan Citra Pitriyami mencerminkan beragamnya latar belakang ekonomi kepala daerah di Jawa Barat. Aep, dengan kekayaan melimpah, memimpin daerah dengan potensi ekonomi besar dan tantangan kompleks dalam mengelola industrialisasi serta kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Citra, dengan kekayaan yang lebih terbatas, menghadapi tantangan dalam mengembangkan potensi wisata dan ekonomi lokal di Pangandaran, sambil tetap menjaga integritas dan kesederhanaan dalam kepemimpinannya.

Kedua pemimpin ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi daerah yang mereka pimpin, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan memberdayakan masyarakat setempat. Kisah mereka menjadi cerminan bahwa kekayaan materi bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan dalam memimpin, melainkan dedikasi, integritas, dan komitmen untuk melayani masyarakat yang menjadi kunci utama. (LIntas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button