Perjuangan Penakluk Sampah di Tasikmalaya: Haruskah Mereka Sendirian?

Devi Badrudin: Memilih untuk Terus Bergerak

Jika banyak orang masih berbicara bagaiman tentang solusi masalah sampah di Tasikmalaya, Devi memilih untuk langsung bekerja. Sejak 2023, ia menaruh perhatiannya pada sesuatu yang sering dianggap sepele, yakni sampah organik.

Di lahan samping rumahnya, sisa sayur, buah, dan limbah dapur tidak lagi dibuang.
Ia kumpulkan, ia olah, ia pahami. Dalam sehari, sekitar 1,5 hingga 7 ton ia tangani.

Angka yang tidak kecil, terlebih untuk sesuatu yang dimulai dari rumah, tanpa sistem besar di belakangnya. Di tangannya, limbah itu berubah menjadi eco enzyme,
cairan hasil fermentasi yang memberi manfaat, sekaligus memulihkan keseimbangan.

Namun yang membuat langkahnya terasa berbeda bukan hanya pada hasilnya,
melainkan pada cara ia memaknainya. Ia tidak menjualnya. Baginya, ada yang terasa tidak tepat jika sesuatu yang lahir dari semangat berbagi justru berubah menjadi komoditas. Ia memilih membagikannya secara cuma-cuma.

Di samping rumahnya, berdiri sebuah ruang sederhana yang ia namai Rumah Eco Enzyme & Kompos. Bukan bangunan besar. Namun di sanalah perubahan itu tumbuh.

Pelajar dan mahasiswa datang, melihat langsung proses pengolahan. Warga belajar memilah, mencoba, lalu perlahan mengubah kebiasaan. Di sana, sampah tidak lagi menjadi masalah. Ia justru jadi sesuatu yang memberi banyak manfaat.

Selama hampir tiga tahun berjalan, hasilnya memang belum besar. Baru dua kawasan tertib sampah yang benar-benar terbentuk. Pertama, kawasan Kapten Naseh, di lingkungan tempat Devi tinggal. Dan yang kedua, di Perum Mega Mutiara, sebuah lingkungan perumahan di Kota Tasikmalaya yang dihuni sekitar 1.700 kepala keluarga.

Tiga tahun bergerak, hanya dua kawasan. Sedikit memang Namun di balik angka itu, ada proses panjang yang tidak sederhana.

Kata Devi, perubahan kebiasaan tidak bisa dipaksa. Ia harus ditumbuhkan. Dan itu, membutuhkan kesabaran.

Ketika banyak orang mungkin sudah berhenti di tengah jalan, Devi memilih tetap berjalan. Saat diwawancarai Lintas Priangan pada Senin (27/04/2026), ia bahkan tidak berada di Tasikmalaya. Ia sedang di Bangkok, Thailand.

Bukan untuk beristirahat. Bukan pelesir. Tapi untuk belajar langsung dari pusat pengembangan eco enzyme. Karena baginya, memahami lebih dalam adalah bagian dari tanggung jawab.

Sepertinya, isi kepala Devi tidak pernah benar-benar berhenti memikirkan sampah.

Halaman selanjutnya: Feri dan Keyakinan yang Tak Ikut Lelah

JEJAK HEROIK JABAR

Dingo Belanda Tumbang di Tangan Pejuang Karangresik

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Roda-roda kendaraan lapis baja itu berhenti...

Pengakuan Belanda: Jalur Ciamis–Cirebon adalah Jalur Kematian

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Belanda datang dengan pasukan terlatih, kendaraan...

Perlawanan Pelajar Ciamis Bikin Belanda Kewalahan

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 1947, sejumlah pelajar Ciamis berangkat bukan...

Ade Hendar: Tasikmalaya Bukan Tempat Mengungsi, tapi Pusat Kendali

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota...

Di Tengah Kecamuk Perang, Payung Geulis Tetap Dilukis

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Pada 28 Juni 1948, beberapa perajin di...

PRIANGAN TIMUR

Gelombang Tinggi Jawa Barat Capai 4 Meter, Lima Perairan Selatan Diwaspadai

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gelombang tinggi Jawa Barat berpotensi mencapai 2,5 hingga...

Kapolsek Cibatu Garut Pecahkan Botol Miras di Depan Pedagang, 308 Botol Disita Polisi

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Aksi Kapolsek Cibatu Garut, AKP Amirudin...

Dua Tasik, Dua Irama: Kabupaten Ngegas, Kota Gak Jelas?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Erwin Rianto Nugraha melintasi batas administrasi untuk menaiki...

Pajak Daerah via QRIS di Kota Banjar Digelar 11–17 Agustus 2026

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Program pajak daerah via QRIS di Kota...

Pelayanan Keliling Akta Disdukcapil Tasikmalaya Hadir di Cigalontang 11 Agustus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten...

JAWA BARAT

Uji Emisi Bandung Gratis Targetkan 500 Kendaraan per Hari

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Program uji emisi Bandung digelar gratis mulai...

Gelombang Tinggi Jawa Barat Capai 4 Meter, Lima Perairan Selatan Diwaspadai

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gelombang tinggi Jawa Barat berpotensi mencapai 2,5 hingga...

Peredaran Tramadol di Cianjur Gunakan Peta Digital, Polisi Bongkar Modus Transaksi Sistem Tempel

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Peredaran obat keras terbatas di...

Larangan Knalpot Brong di Jabar, Sejauh Mana Penertibannya?

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Penertiban knalpot brong di Jabar...

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Siapa Menikmati?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen pada triwulan...

Batu Karas Surf Festival: Berselancar di Atas Gelombang 2,9 Meter Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Batu Karas Surf Festival memasuki hari kedua...

Kali Cileungsi Tercemar, Dampaknya Mengalir hingga Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Kali Cileungsi tercemar. Hasil pengujian laboratorium menemukan sejumlah...

Terungkap! Vendor Proyek SixNine Padel Tebang 10 Pohon Demi Videotron

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG – Fakta baru terungkap dalam kasus...

Olahraga

Popular Categories