RAPI Wilayah 16 Ciamis, Gelar Muswil ke VIII dan Bimbingan Organisasi

lintaspriangan.com. CIAMIS. Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 16 Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VIII sekaligus Bimbingan Organisasi (BO) di Aula Gedung DPRD Ciamis, Sabtu (19/04/2025)
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dengan Sinergitas RAPI, Kita Wujudkan Kemandirian, Kebersamaan, Sosial yang Beradab dan Berbudaya,” itu dihadiri ratusan anggota RAPI dari tiap lokal se-Kabupaten Ciamis.
Dengan tema tersebut diharapkan Muswil ke-VIII menjadi komitmen untuk memperkuat peran strategis RAPI dalam komunikasi kedaruratan dan pelayanan sosial masyarakat.
Ketua Pelaksana Muswil ke-VIII, Rahmat Margono mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka untuk pemilihan Ketua RAPI yang baru, dikarenakan masa kepengurusan ketua RAPI Wilayah 16 sudah habis.
Selain memilih ketua baru, dalam Muswil itu dilaksanakan juga Bimbingan Organisasi (BO) bagi anggota baru dan sebagai syarat untuk memperpanjang masa berlaku Kartu Tanda Anggota (KTA).
“Tahun ini, masa bakti ketua wilayah sudah berakhir, tepatnya sejak 2024 belum dilakukan peremajaan. Maka dari itu, untuk menghemat waktu dan biaya, seluruh proses digabung dalam satu hari pelaksanaan,” katanya.
Dalam Muswil tersebut panitia membatasi kandidat calon ketua sebanyak kurang lebih lima orang untuk dipilih menjadi ketua. Saat ini sudah ada dua orang anggota yang sudah mendaftar sebagai calon ketua. Rahmat pun berharap dalam Muswil tersebut dapat terpilih ketua baru RAPI Wilayah 16 sesuai yang diharapkan.
“Sudah ada dua nama yang terpilih dalam musyawarah tadi, sekarang kita masih menunggu hasilnya. Mudah mudahan yang terpilih nanti bisa membawa kebangkitan dan kebaikan untuk RAPI Ciamis,” ungkapnya.
Muswil VIII dan Bimbingan Organisasi Wilayah 16 Kabupaten Ciamis ini diikuti oleh peserta yang mayoritas sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA). Untuk memperpanjang masa berlaku KTA, peserta diwajibkan mengikuti bimbingan organisasi resmi sebagai salah satu syarat utama.
Rahmat juga menjelaskan, dalam pelaksanaan bimbingan organisasi tahun ini, jumlah peserta ada 67 orang 12 orang diantaranya merupakan calon anggota (CA) yang datang dari berbagai kabupaten, seperti Majalengka, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Cilacap.
“Sebetulnya mereka sudah memiliki KTA, dan untuk memperpanjangnya harus ada sertifikat bimbingan organisasi resmi. Selain itu, ada juga calon anggota baru yang akan mengikuti proses untuk menjadi anggota RAPI,” jelasnya.
Rahmat juga mengungkapkan, anggota aktif RAPI Wilayah 16 Ciamis berjumlah sekitar 500 hingga 600 orang. Meski ada banyak yang berpotensi menjadi calon, panitia membatasi jumlah kandidat agar proses pemilihan berjalan lebih efektif.

Mewakili Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya yang tidak bisa hadir, Kepala Diskominfo Kabupaten Ciamis, H. Tino Armyanto, yang membuka Muswil itu sangat mengapresiasi atas kiprah RAPI sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam mendukung penyebaran informasi saat terjadi bencana atau situasi darurat.
“RAPI telah menunjukkan peran vital dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama dalam kondisi krisis,” ujarnya.
Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antara Pemkab dan komunitas radio seperti RAPI untuk menunjang perkembangan pembangunan di Kabupaten Ciamis. RAPI telah menunjukkan komitmennya dalam membantu pemerintah dan masyarakat.
“Kami percaya RAPI akan terus menjadi mitra yang handal dalam menyampaikan informasi penting kepada masyarakat,” katanya.
H Tino juga menyoroti tantangan yang dihadapi organisasi komunikasi di era digital. Untuk itu RAPI dituntut dapat beradaptasi dengan teknologi komunikasi mutakhir tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi berbasis radio konvensional. RAPI harus siap menghadapi digitalisasi dan tetap menjaga akarnya sebagai penyambung informasi berbasis radio.
“Kabupaten Ciamis berada di peringkat ke-22 secara nasional dalam kerawanan bencana. Ini menjadi alarm penting untuk memperkuat sistem komunikasi darurat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu H Tino juga memperkenalkan layanan darurat Call Centre 112 milik Pemkab Ciamis, seraya mendorong kolaborasi aktif antara RAPI dan instansi terkait demi mempercepat respons dalam situasi darurat.
“Selama ini RAPI telah bermitra dengan baik membantu tugas-tugas pemerintahan khususnya dalam kegiatan penanganan bencana utama bencana alam dan bencana sosial di Kabupaten Ciamis,” tandasnya.
Sementara itu Ketua RAPI Daerah 10 Jawa Barat, Yaya Dachyarna, menjelaskan RAPI bukanlah organisasi yang hadir untuk meminta bantuan pemerintah, melainkan untuk mendukung dan memperkuat jejaring komunikasi sosial serta tanggap bencana.
“Muswil dan bimbingan organisasi ini adalah momentum penguatan internal, sekaligus pembekalan agar seluruh anggota memahami etika dan regulasi dalam berkomunikasi menggunakan perangkat radio,” jelasnya.
BACA JUGA: Hadiri Silaturahmi Akbar PPDI, Ini Pesan Bupati Herdiat
Menurutnya, Muswil ke-VIII ini menjadi momentum penting untuk memilih ketua baru RAPI Wilayah 16 Kabupaten Ciamis, menggantikan Ketua sebelumnya pak Abing Rubiana yang telah menjabat selama dua periode.
“Pemilihan ini diharapkan melahirkan sosok pemimpin baru yang mampu bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Balmon dan ORARI,” tegasnya.
Dijelaskan Yaya, ditengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi digital, peran radio amatir masih sangat relevan, terutama di wilayah rawan bencana dan minim akses internet.
“Public speaking, komunikasi darurat, dan etika komunikasi adalah kompetensi yang wajib dimiliki anggota RAPI ke depan. Karena disaat krisis, kecepatan dan ketepatan komunikasi bisa menyelamatkan banyak nyawa,” pungkasnya. (Nank/lintaspriangan.com)



