Berita Ciamis

Pipa JDU Bocor, Perumdam Tirta Galuh Gercep Lakukan Perbaikan

lintaspriangan.com. CIAMIS. Perumdam Tirta Galuh Ciamis gerak cepat (gercep) melakukan perbaikan kebocoran pada pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 500 mm di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di dekat Hotel Tiara, Kecamatan Ciamis. Kebocoran ini diketahui setelah adanya laporan dari masyarakat pada, Selasa Malam (14/07/2025).

Direktur Perumdam Tirta Galuh, Amsi Yudi Purwanto, SE., MT., melalui Kepala Bagian Layanan Pelanggan, Dadan Firdaus Hielmy mengatakan, setelah menerima laporan dan melakukan pengecekan di lokasi, pihaknya langsung menurunkan tim teknis untuk menangani kebocoran.

“Kami terima laporan dan cek lapangan, ternyata pipa utama bocor. Kami langsung menghentikan aliran air dan mengumumkan gangguan itu melalui media sosial,” katanya, Selasa (15/07/2025).

Dijelaskan Dadan, akibat kebocoran ini menyebabkan pasokan distribusi air bersih ke sejumlah pelanggan wilayah di Kecamatan Ciamis sampai Cijeungjing terhenti total. Diperkirakan ada sekitar 12.000 pelanggan yang terdampak.

Perbaikan dimulai pada malam hari sesaat setelah kebocoran terdeteksi. Dadan menyebut pengerjaan perbaikan diperkirakan rampung sekitar pukul 21.00 WIB malam ini. Namun karena sistem distribusi di wilayah Ciamis masih menggunakan sistem gravitasi, pemulihan aliran air ke pelanggan dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA: Perkuat Integritas Demokrasi, KPU Ciamis Gelar Rapat Pleno Terbuka PDPB Triwulan II

“Aliran air akan pulih lebih dulu di wilayah terdekat dari sumber, lalu menyusul daerah yang lebih jauh. Butuh waktu karena pipa sebelumnya kosong, banyak udara yang terjebak dan harus dibuang melalui pentil-pentil di jaringan,” jelasnya.

Terkait penyebab kebocoran, Dadan mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi. “Pipa pecah. Penyebabnya belum dapat dipastikan karena bisa dipicu banyak faktor. Ini akan jadi bahan evaluasi kami ke depan,” ungkapnya.

Untuk pelanggan yang terdampak cukup parah, Perumdam Tirta Galuh akan menyiagakan armada tangki air bersih sesuai prioritas kebutuhan. Namun Dadan mengakui, jumlah armada terbatas, sehingga distribusi air bantuan menyesuaikan kapasitas yang tersedia.

“Tim terus bekerja agar distribusi air segera kembali normal. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” pungkasnya. (Lintas Priangan/NID)

Related Articles

Back to top button