Berita Bekasi

Penyelidikan Anjloknya KA Purwojaya di Bekasi: KNKT Mulai Olah TKP

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Sebuah momen mencekam terjadi Sabtu sore, 25 Oktober 2025, ketika KA Purwojaya relasi Gambir–Kroya anjlok di area Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi. Insiden ini langsung menarik perhatian serius dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang sejak Minggu pagi telah mengerahkan tim ke lokasi untuk menyelidiki penyebab kejadian. Investigasi ini sangat krusial karena insiden tersebut berdampak signifikan pada operasional jalur kereta utara Jawa dan menimbulkan kegelisahan publik.


Olah TKP Dimulai, KNKT Selidiki Keterangan Saksi

Pada Minggu pagi, 26 Oktober 2025, tim KNKT telah berada di lokasi kejadian meninjau langsung area anjlok di km 56+½, emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi. Fokus utama mereka antara lain adalah kondisi rel, keadaan roda kereta yang anjlok (bogie terlepas), serta pengumpulan data dari kotak hitam (event recorder) kereta. Selain itu, tim mewawancarai masinis, kru kereta, petugas stasiun, dan saksi warga sekitar yang mendengar suara gemuruh keras saat kejadian.
Seorang warga bernama Hayati mengungkap bahwa ia merasakan suara gemuruh, kepulan debu seperti kebakaran, dan menyangka ada kecelakaan mobil besar sebelum mengetahui bahwa kereta yang anjlok.
Juru bicara KNKT menyatakan bahwa tahapan awal pengumpulan bukti dan pemeriksaan teknis sedang berjalan dan pihaknya menargetkan kesimpulan awal dalam beberapa pekan ke depan untuk menentukan faktor penyebab utama.


Dampak pada Perjalanan Kereta Lain dan Upaya Normalisasi

Insiden ini tidak hanya mengejutkan penumpang KA Purwojaya, tetapi juga menyebabkan gangguan besar pada perjalanan kereta api di jalur utara Jawa. Beberapa kereta mengalami penundaan, pengalihan rute, atau pembatalan karena jalur tertutup selama proses evakuasi dan perbaikan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengerahkan crane untuk mengangkat gerbong yang anjlok dan memperbaiki rel yang rusak akibat benturan. Proses normalisasi jalur diperkirakan memakan waktu antara 8 hingga 12 jam.
Pihak KAI memperkirakan jalur akan kembali normal dalam waktu cepat, tetapi masih terus memantau perkembangan teknis dan memastikan faktor keselamatan sebelum memberikan izin operasional penuh.


Kronologi dan Keselamatan Penumpang

Berdasarkan keterangan resmi dan saksi, anjloknya KA Purwojaya terjadi sekitar pukul 14.14 WIB pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di km 56+½ emplasemen Stasiun Kedunggedeh. Meskipun situasi berlangsung mengejutkan — suara gemuruh keras, debu bertebaran, kereta berhenti mendadak — seluruh penumpang dinyatakan selamat.
Hanya satu penumpang mengalami luka ringan dan dirujuk ke rumah sakit, sementara sisanya dievakuasi ke bus atau kereta pengganti. Seorang penumpang menceritakan, “Saya kira mobil besar tertabrak kereta, tapi ternyata keretanya sendiri yang ambruk.”
Petugas di lokasi langsung bergerak cepat memastikan evakuasi berjalan aman, memindahkan penumpang dari kereta yang terganggu, serta menyediakan transportasi alternatif untuk melanjutkan perjalanan.


Investigasi oleh KNKT terus berlanjut, sementara KAI mempercepat pemulihan jalur agar sistem kereta api tetap aman dan andal. Meskipun insiden ini menimbulkan kepanikan singkat, keselamatan penumpang telah terjamin. Masyarakat kini menanti hasil penyelidikan KNKT agar kejadian serupa tidak terulang kembali — terutama mengingat pentingnya transportasi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas jutaan warga di Pulau Jawa. (AC)

Back to top button