Pasien Superflu di Bandung Meninggal Dunia, Menkes Angkat Bicara

Pasien Superflu di Bandung Meninggal Dunia
Perhatian publik terhadap superflu di Bandung semakin besar setelah adanya laporan pasien meninggal dunia. Kasus ini ditangani oleh Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, total ada 10 pasien yang dirawat dengan gejala influenza A (H3N2) subclade K dalam periode pemantauan.
Pasien-pasien tersebut berasal dari kelompok usia yang beragam. Dua di antaranya merupakan bayi berusia di bawah satu tahun, satu pasien anak usia sekolah, beberapa pasien dewasa produktif, serta dua pasien lanjut usia. Variasi usia ini menunjukkan bahwa virus influenza dapat menyerang siapa saja, meski tingkat keparahannya sangat dipengaruhi kondisi kesehatan masing-masing individu.
Dari 10 pasien tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien yang meninggal memiliki sejumlah penyakit penyerta atau komorbid yang cukup berat. Kondisi bawaan inilah yang memperburuk situasi saat terinfeksi influenza, hingga akhirnya pasien tidak dapat tertolong meski telah mendapatkan perawatan intensif.
Baca berita lainnya: Di Penghujung Tahun: KDM Minta Maaf dan Menunduk
Tim medis RSHS juga menjelaskan bahwa pemantauan terhadap kasus-kasus ini sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan sebelumnya, yakni antara Agustus hingga November 2025. Data lengkap baru diterima secara utuh pada awal Januari 2026, sehingga terkesan seolah kasus muncul mendadak. Padahal, tren kasus justru menunjukkan penurunan sejak akhir tahun lalu. Fakta ini penting agar publik memahami konteks sebenarnya dari kabar pasien meninggal dunia akibat superflu di Bandung.



