lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Pembangunan Jembatan Kali Kapur di Desa Kedokan Bunder Wetan, Kabupaten Indramayu, mengalami keterlambatan progres sekitar 4 persen berdasarkan hasil pengecekan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Jumat, 6 November 2026. Keterlambatan tersebut menjadi perhatian karena jembatan itu merupakan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Dalam peninjauan tersebut, Dedi Mulyadi meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Kondisi akses warga selama pekerjaan konstruksi juga menjadi perhatian, terutama karena pembangunan infrastruktur harus tetap memperhatikan kebutuhan mobilitas masyarakat sekitar.
Progres Pekerjaan Menjadi Perhatian Pemerintah Provinsi
Pengecekan pembangunan Jembatan Kali Kapur dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan di lapangan. Dari hasil pemeriksaan yang disampaikan gubernur, progres pembangunan disebut mengalami keterlambatan sekitar 4 persen.
Angka tersebut menjadi catatan dalam pelaksanaan proyek karena ketepatan waktu merupakan salah satu aspek penting pembangunan infrastruktur publik.
Meski demikian, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci penyebab keterlambatan tersebut. Belum ada pula rincian mengenai bobot pekerjaan yang belum selesai, jadwal awal dan perubahan target penyelesaian, maupun langkah teknis kontraktor untuk mengejar ketertinggalan.
Karena itu, keterlambatan 4 persen tersebut perlu dibaca sebagai informasi progres yang disampaikan saat peninjauan, bukan kesimpulan mengenai kegagalan proyek.
Pemerintah dan pihak pelaksana perlu memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar keselamatan konstruksi.
Akses Warga Selama Pembangunan Perlu Diperhatikan
Selain perkembangan fisik jembatan, akses masyarakat selama proses pembangunan juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Pekerjaan konstruksi infrastruktur dapat memengaruhi aktivitas warga, terutama apabila jalur yang digunakan sehari-hari mengalami pembatasan atau perubahan akses.
Dalam peninjauan tersebut, persoalan akses selama konstruksi menjadi salah satu hal yang disoroti. Permintaan agar masyarakat bersabar menunjukkan bahwa proses pembangunan masih membutuhkan waktu hingga pekerjaan dapat diselesaikan.
Namun, informasi yang tersedia belum merinci bentuk gangguan akses, alternatif jalur yang disediakan, maupun jumlah warga yang terdampak.
Hal tersebut penting untuk ditelusuri lebih lanjut agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai akses selama pembangunan berlangsung.
Pembangunan Jembatan Kali Kapur diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setelah selesai dikerjakan. Karena itu, pengawasan terhadap progres pekerjaan, mutu konstruksi, dan pelayanan akses sementara perlu berjalan beriringan. (NS/AS)
