lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis mendapat momentum penting menjelang pertandingan melawan PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027. Duel PSGC vs PSMS akan berlangsung di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 15.30 WIB. Laskar Singacala punya kesempatan memanfaatkan absennya penyerang paling produktif milik tim tamu, Javier Siverio.
Siverio tidak dapat tampil setelah menerima kartu merah saat PSMS mengalahkan PSIS Semarang 2-1 pada 25 Oktober lalu. Kehilangan ini cukup signifikan jika melihat kontribusinya sepanjang musim. Penyerang asal Spanyol tersebut sudah mencetak 11 gol dari tujuh pertandingan, sedangkan total gol PSMS mencapai 17. Artinya, sekitar 64,7 persen gol PSMS berasal dari Siverio. Angka itu memberi PSGC alasan untuk melihat pertandingan ini sebagai peluang, bukan sekadar ujian berat.
PSGC vs PSMS: 11 Gol Siverio Jadi Kehilangan Besar Ayam Kinantan
Javier Siverio memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara Pegadaian Championship 2026/2027 hingga pekan ketujuh. Ia mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dimainkan PSMS dan dua kali membukukan hat-trick, yakni saat menghadapi Persiku Kudus dan Persikad Depok. Konsistensi itu menjadikannya tumpuan utama Ayam Kinantan di lini depan.
Dari total 17 gol PSMS, 11 di antaranya lahir dari kaki Siverio. Kontribusi sebesar 64,7 persen memperlihatkan betapa besar pengaruhnya terhadap produktivitas tim. Ketika satu pemain menyumbang hampir dua pertiga gol sebuah tim, absensinya tentu memaksa pelatih menyesuaikan pilihan dan pola serangan.
PSMS masih mempunyai pemain lain yang mampu mencetak gol. Raihan Utama, misalnya, ikut menyumbang gol dalam kemenangan atas PSIS. Phillerson Oliveira juga masuk dalam daftar pencetak gol produktif PSMS musim ini. Karena itu, PSGC tetap harus waspada dan tidak boleh menganggap ancaman tim tamu hilang begitu saja.
Namun, tanpa Siverio, PSMS kehilangan sosok yang selama ini paling konsisten menyelesaikan peluang. Inilah celah yang bisa dibaca PSGC: menjaga pemain pengganti agar tidak leluasa menerima bola, memutus suplai dari lini tengah, dan mempertahankan kedisiplinan ketika menghadapi serangan balik.
PSGC vs PSMS: Peluang Laskar Singacala untuk Membuat Kejutan
Peluang PSGC akan semakin terbuka jika mereka mampu menggabungkan pertahanan rapat dengan serangan yang lebih efektif. Musim ini, Laskar Singacala pernah menang 2-0 atas Sumsel United dan menahan PSIS Semarang tanpa gol di Stadion Galuh. Dua hasil itu memperlihatkan bahwa PSGC mampu menjaga gawang tetap aman ketika organisasi pertahanan berjalan baik.
Di sisi lain, PSGC perlu meningkatkan ketajaman. Hingga menjelang pekan kedelapan, mereka baru mencetak enam gol dan kebobolan 11 kali. Catatan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan rumah tuan rumah bukan hanya menahan PSMS, tetapi juga mengubah peluang menjadi gol.
Ezechiel Ndouassel bisa menjadi salah satu tumpuan. Ia mencetak dua gol saat PSGC menundukkan Sumsel United dan kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika menghadapi Persiraja Banda Aceh. Agar ancaman di depan gawang lebih terasa, Ezechiel membutuhkan dukungan pemain sayap dan gelandang yang mampu mengirim umpan dengan tepat.
PSGC juga harus berani menekan pada momen yang tepat, bukan terus bertahan sepanjang pertandingan. Jika aliran bola PSMS bisa diputus dan serangan balik dimaksimalkan, tuan rumah punya kesempatan memaksa tim tamu bermain di luar pola terbaiknya.
Absennya Siverio tidak otomatis menjamin kemenangan PSGC. Namun, statistik 11 gol dari total 17 gol PSMS menunjukkan bahwa kehilangan tersebut sangat berarti. Di hadapan pendukung sendiri, Laskar Singacala punya kesempatan untuk memanfaatkan situasi itu dan memperjuangkan tambahan poin yang penting bagi posisi mereka di klasemen.
(AA)







