lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPD Perhiptani) Kabupaten Ciamis menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Ciamis, Kamis (29/10/2026). Forum ini menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus penyusunan program kerja untuk memperkuat peran penyuluh dalam pembangunan sektor pertanian.
Musda tahun ini mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dan Profesionalisme Penyuluh Pertanian Menuju Pertanian yang Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan”. Agenda utamanya adalah memilih ketua baru dan merumuskan arah kerja organisasi untuk periode berikutnya.
Ketua DPD Perhiptani Kabupaten Ciamis, Atik Rohman, menyebut musyawarah tersebut sebagai akhir masa kepemimpinannya. Ia berharap proses organisasi itu menghasilkan pemimpin yang memiliki visi jelas dan mampu membawa Perhiptani Ciamis berkembang lebih baik.
Musda Perhiptani Ciamis Jadi Momentum Pergantian Ketua
Atik mengatakan pemilihan ketua baru sepenuhnya menjadi kewenangan forum musyawarah. Ia tidak menyebutkan nama calon yang akan memimpin organisasi tersebut.
Menurutnya, Musda 2026 bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan juga kesempatan untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan profesionalisme para penyuluh pertanian.
Kepemimpinan yang visioner diharapkan mampu menjawab kebutuhan organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarpenyuluh. Dengan arah kerja yang jelas, program pendampingan kepada petani diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan sesuai dengan tantangan pertanian di daerah.
Tema yang diusung dalam Musda juga menempatkan solidaritas dan profesionalisme sebagai unsur penting dalam membangun organisasi yang mampu menjalankan perannya secara berkelanjutan.
Perhiptani Ciamis Perkuat Peran Penyuluh Pertanian
Atik menegaskan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan. Peran tersebut mencakup penyampaian informasi, peningkatan pengetahuan, serta pendampingan penerapan teknologi dan praktik budidaya pertanian.
Keberadaan penyuluh juga dibutuhkan untuk membantu petani meningkatkan efektivitas usaha tani dan menyesuaikan metode budidaya dengan perkembangan teknologi serta kondisi lapangan.
Karena itu, penguatan organisasi dinilai penting agar koordinasi dan solidaritas antarpenyuluh semakin baik. Program kerja yang disusun melalui Musda diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pendampingan secara lebih optimal.
Upaya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan juga membutuhkan kolaborasi antara penyuluh, petani, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperhatikan keberlanjutan sumber daya yang digunakan.
Melalui Musda 2026, Perhiptani Ciamis diharapkan mampu merumuskan program yang relevan dengan kebutuhan petani dan tantangan pembangunan pertanian daerah.
Pergantian kepemimpinan menjadi salah satu tahap penting dalam proses tersebut. Namun, keberhasilan organisasi ke depan juga akan ditentukan oleh pelaksanaan program kerja, kualitas pendampingan, dan kemampuan penyuluh menerjemahkan kebutuhan petani menjadi langkah nyata di lapangan. (Bang Sufi/HS)







