Kadinsos Kota Tasikmalaya Arogan, Spanduk Kritik pun Dipasang

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aksi protes terhadap Kadinsos Kota Tasikmalaya Arogan berlanjut hari ini, Jumat (19/09/2025), meski tanpa pengerahan massa. Azian Fahminudin, atau Kang Ozos, memilih memasang spanduk di kantor Dinas Sosial Kota Tasikmalaya sekitar pukul 14.30.
Kang Ozos didampingi empat orang pemuda dari Panglayungan saat memasang spanduk. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap sikap arogan Kadinsos Kota Tasikmalaya. Spanduk berwarna putih tersebut bertuliskan: “Kami Bersama Mereka! Hentikan Arogansi terhadap Aspirasi Masyarakat Kota Tasikmalaya!” dengan tagar #Arogan di bagian bawah, dicetak menggunakan cat semprot.
Spanduk sebagai Kritik terhadap Kadinsos Kota Tasikmalaya Arogan
Menurut Kang Ozos, meskipun dirinya akan mengikuti mediasi yang difasilitasi pemkot Tasikmalaya sore ini, tindakan ini penting agar Dinas Sosial memahami kekecewaan publik. “Dinsos tetap harus tahu bahwa masyarakat tidak diam menghadapi sikap arogan Kadinsos. Ini agar menjadi perhatian ke depan,” tegasnya.
Aksi pemasangan spanduk ini menegaskan bahwa warga dan pemuda Panglayungan tetap proaktif menyuarakan aspirasi, meski sebelumnya sempat membatalkan rencana aksi besar karena menerima tawaran mediasi dari pemkot. Langkah Kang Ozos menjadi bentuk protes simbolik yang tetap memerlukan perhatian dari pejabat publik.
Saat memasang spanduk, Kang Ozos juga menyempatkan menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap perilaku Kadinsos Kota Tasikmalaya dengan berorasi menggunakan pengeras suara (toa). “Tidak ada dari pihak Dinsos Kota Tasikmalaya yang keluar. Saya juga hanya sebentar karena harus segera ke BPKAD untuk mengikuti audiensi,” terang Kang Ozos.
Sejumlah pengamat menilai bahwa langkah simbolik seperti ini efektif untuk menyampaikan pesan publik tanpa menimbulkan konflik fisik atau gangguan keamanan. “Tindakan ini memperlihatkan bahwa aspirasi masyarakat tetap didengar, dan pejabat publik diharapkan lebih responsif terhadap kritik, tanpa memancing eskalasi sosial yang bisa merugikan semua,” ujar H. Otong Koswara, pimpinan Pesantren Tarbiyatul Ummah, Kota Tasikmalaya.
Kritik terhadap Kadinsos Kota Tasikmalaya Arogan memang bukan hal baru. Sebelumnya, sikap temperamental dan gaya komunikasi yang keras sempat menjadi sorotan media dan warganet. Dengan aksi spanduk ini, publik kembali mengingatkan pejabat terkait bahwa kesadaran dan profesionalisme menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat.
Aksi simbolik Kang Ozos menunjukkan bahwa masyarakat tetap memiliki jalur kreatif dan damai untuk menyalurkan aspirasi, sekaligus menekankan pentingnya evaluasi internal di lingkungan Dinas Sosial Kota Tasikmalaya. Masyarakat berharap langkah ini diikuti oleh tindakan nyata dari pejabat terkait agar perilaku arogan tidak menjadi budaya birokrasi yang terbiasa dibiarkan. (Lintas Priangan/AA)



