Berita Tasikmalaya

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ajak ASN “Berbagi Nyawa”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Yang bisa kita bagikan bukan hanya harta. Senyuman, kepedulian, bahkan setetes darah pun bisa menyelamatkan nyawa.” Kalimat itu meluncur dari bibir Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, saat berdiri di ruangan Aula Bappelitbangda, Senin siang, 16 Juni 2025.

Ia tak sedang bercanda. Bukan pula sedang membawakan monolog panggung yang mengundang tawa, sebagaimana yang kerap ia lakoni saat masih menjadi komedian. Hari itu, Dicky berbicara dengan sorot mata serius, menyampaikan pesan kemanusiaan yang dalam: menjadikan donor darah sebagai kebiasaan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Suasana di ruangan itu terasa berbeda. Tak hanya karena peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang digelar oleh PMI Kota Tasikmalaya, tetapi juga karena seruan Dicky yang menggugah banyak ASN untuk memaknai ulang peran mereka. Bahwa tugas sebagai abdi negara bukan hanya soal melayani administrasi, tapi juga memberi kehidupan secara harfiah — lewat darah.

Di tengah deretan bangku dan meja donor yang tertata rapi, Dicky mengusulkan sesuatu yang konkret. Ia meminta Dinas Kesehatan segera menyusun surat resmi kepada Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan. Tujuannya jelas: agar diterbitkan edaran yang mendorong ASN di seluruh instansi rutin mendonorkan darah. Tidak musiman, tidak menunggu ada peringatan. Tapi menjadi budaya.

“Ini harus jadi wujud empati dan kontribusi nyata kepada sesama, jadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial,” katanya.

Beberapa ASN yang hadir terlihat mengangguk-angguk kecil. Salah satunya, Arif Syamsani dari Diskominfo Kota Tasikmalaya. Dengan lengan tergulung dan jarum donor masih menempel di tangan, ia tersenyum.

“Donor darah bukan hanya soal berbagi. Ini juga bentuk menjaga diri. Saya siap mendukung imbauan Pak Wakil agar kegiatan ini jadi budaya di lingkungan ASN,” ucapnya.

Bagi Arif, donor darah adalah cara paling sederhana untuk menunjukkan kepedulian. Tak perlu kaya, tak perlu punya jabatan tinggi. Tak perlu popularitas dan sorotan kamera. Yang dibutuhkan hanya niat dan kondisi fisik yang fit.

Wakil Wali Dicky Candra, menutup sambutannya dengan ajakan kepada setiap ASN di Kota Tasikmalaya.

“Jangan tunggu ada yang minta tolong. Kita bisa mulai dari sekarang. Karena setetes darah hari ini, bisa menyelamatkan nyawa seseorang esok hari.”

PMI Kota Tasikmalaya berharap semangat ini terus mengalir, bukan hanya di Aula Bappelitbangda hari itu, tapi juga ke setiap kantor pemerintahan, ke dalam rutinitas, bahkan ke berbagai elemen dan komunitas yang ada di Kota Tasikmalaya. Karena, di balik setetes darah, tersimpan seribu arti: empati, harapan, dan kehidupan. (Lintas Priangan/AB)

Related Articles

Back to top button