Uncategorized

Program Bangga Kencana Salah Satu Upaya Penurunan Stunting

lintaspriangan.com, BERITA DAERAH. Program Bangga Kencana menjadi salah satu upaya penting dalam penurunan stunting, terutama di daerah perbatasan. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan gizi seimbang, yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan anak.

Dalam hal ini, Dian Budiana, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis, mengungkapkan bahwa perhatian terhadap kesehatan reproduksi dan stunting menjadi tanggung jawab bersama, terutama di wilayah terpencil.

Dian menambahkan bahwa pemahaman masyarakat tentang hubungan antara kesehatan ibu, gizi, dan pertumbuhan anak masih sangat kurang. Ia berpendapat bahwa untuk memperbaiki situasi ini, penting untuk memberikan penjelasan yang jelas dan terstruktur kepada masyarakat.

“Ini menunjukkan betapa pentingnya memberikan pemahaman yang jelas dan terstruktur kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam menyampaikan informasi tersebut, Dian menekankan peran tenaga lapangan yang terlatih. Menurutnya, tenaga lapangan tidak hanya bertugas untuk menyampaikan pesan, tetapi juga untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa pendekatan yang baik akan membantu masyarakat lebih memahami pentingnya makanan bergizi.

“Tenaga lapangan bisa menyesuaikan dengan bahan makanan lokal yang mudah diakses,” ungkapnya.

DP2KBP3A juga melaksanakan berbagai kampanye dan sosialisasi, seperti pemasangan poster, penyuluhan langsung, dan seminar.

Dian berharap kegiatan ini dapat menjangkau semua kalangan, dari ibu hamil hingga orang tua dengan anak balita.

“Penting untuk menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami agar pesan dapat diterima dengan baik oleh semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Mengenai pendekatan yang diambil, Dian menjelaskan bahwa pendekatan holistik sangat diperlukan untuk mendukung program Bangga Kencana.

Masyarakat di wilayah perbatasan sering menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan informasi. Oleh karena itu, DP2KBP3A juga melibatkan tokoh masyarakat setempat. Menurut Dian,

“Ketika tokoh masyarakat menyuarakan pentingnya kesehatan reproduksi dan penanganan stunting, masyarakat cenderung lebih menerima dan mengikuti anjuran tersebut.” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dian menyoroti pentingnya kesadaran keluarga dalam penanganan stunting. Ia percaya bahwa edukasi berkelanjutan tentang gizi dan kesehatan anak dapat mendorong orang tua untuk lebih peduli terhadap asupan nutrisi anak-anak mereka.

“Dengan adanya edukasi, diharapkan orang tua akan lebih aktif dalam memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan makanan yang bergizi,” ujarnya.

Program intervensi gizi, seperti pemberian makanan tambahan untuk anak-anak yang berisiko stunting, juga perlu disosialisasikan.

Dian menegaskan bahwa melalui sosialisasi ini, masyarakat diinformasikan tentang berbagai program yang tersedia, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara aktif.

“Ini menciptakan rasa kepemilikan atas program, yang pada gilirannya meningkatkan keberhasilan intervensi,” tambahnya.

Dian berharap bahwa hasil dari sosialisasi ini tidak hanya berdampak pada penurunan angka stunting, tetapi juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan pengetahuan yang lebih baik mengenai kesehatan dan gizi, ia percaya masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

BACA JUGA: Kabupaten Ciamis Percepat Turunkan Stunting

Dian menegaskan bahwa konsolidasi tenaga lapangan dan upaya sosialisasi yang berkelanjutan sangat penting.

“Program Bangga Kencana dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan kesehatan di wilayah perbatasan,” pungkasnya.

Acara yang dilaksanakan di Lapang Ciming, Desa bangunharja, kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis dihadiri Kepala BKKBN RI, Deputi Adpin, Deputi KBKR, BKKBN Provinsi Jawa Barat, BKKBN Provinsi Jawa Tengah PJ Bupati Ciamis, PJ Bupati Cilacap, Kepala DP2KBP3A Ciamis, Muspida Ciamis. (Sari)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button