Menyambut Lailatul Qodar, Berbeda Cara di Berbagai Negara

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam agama Islam, diyakini sebagai malam yang penuh berkah dan kemuliaan. Pada malam ini, Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril. Lailatul Qadar sering dirayakan pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Setiap negara dengan tradisi dan kebudayaannya yang berbeda, menyambut malam ini dengan cara yang unik dan penuh makna. Berikut adalah beberapa cara penyambutan malam Lailatul Qadar di berbagai negara.
1. Indonesia: Tradisi Berdoa Bersama di Masjid
Di Indonesia, malam Lailatul Qadar disambut dengan penuh khusyuk dan doa. Salah satu tradisi yang banyak dijumpai adalah tadarus Al-Qur’an secara berjamaah di masjid-masjid. Sebagian besar masjid akan mengadakan kegiatan kajian atau pengajian untuk memperbanyak ibadah, terutama pada malam-malam ganjil terakhir Ramadhan. Selain itu, umat Muslim di Indonesia juga banyak yang melakukan ibadah malam, seperti shalat malam atau tahajud, untuk mencari keberkahan malam Lailatul Qadar. Tidak jarang, keluarga-keluarga juga mengadakan doa bersama di rumah dengan tujuan memohon ampunan dan keselamatan bagi diri, keluarga, serta umat Islam secara keseluruhan.
2. Mesir: Malam Penuh Cahaya dengan Berbagai Ibadah
Di Mesir, khususnya di kota Kairo, Lailatul Qadar dirayakan dengan meriah dan penuh cahaya. Lampu-lampu diterangi di sepanjang jalan-jalan utama dan sekitar masjid besar seperti Masjid Al-Azhar. Umat Muslim akan berbondong-bondong menuju masjid untuk menjalani shalat tarawih dan shalat malam, yang lebih lama daripada biasanya. Salah satu keunikan di Mesir adalah adanya tradisi “Siyam” atau berbuka puasa bersama di jalan-jalan dan tempat umum, di mana masyarakat menyiapkan makanan untuk berbagi dengan sesama. Orang-orang dari berbagai kalangan akan berkumpul untuk berbuka puasa bersama, menjadikan malam ini penuh dengan kebersamaan dan kehangatan.
3. Arab Saudi: Ibadah dan Ziarah ke Masjidil Haram
Bagi umat Islam di seluruh dunia, Arab Saudi, khususnya Mekkah, menjadi tempat yang sangat istimewa untuk merayakan Lailatul Qadar. Banyak jemaah yang datang dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah umrah dan berdoa di Masjidil Haram. Pada malam Lailatul Qadar, masjid ini dipenuhi oleh ribuan jemaah yang melakukan ibadah shalat dan membaca Al-Qur’an dengan penuh khusyuk. Keunikan di Arab Saudi adalah kehadiran “Jamaah Umrah” yang sangat banyak, serta tradisi “Ziarah ke makam Rasulullah SAW” di Madinah, yang menambah keberkahan malam tersebut. Di Masjidil Haram, jamaah juga bisa merasakan atmosfer spiritual yang luar biasa karena tempat ini dianggap sebagai tempat yang penuh berkah di malam Lailatul Qadar.
4. Turki: Menyalakan Lentera di Rumah dan Masjid
Di Turki, Lailatul Qadar dirayakan dengan tradisi “Lentera Ramadhan”, yang sudah menjadi bagian dari budaya setempat sejak zaman Ottoman. Di malam yang penuh berkah ini, masjid dan rumah-rumah dihiasi dengan lentera yang menyala untuk memperingati kemuliaan malam tersebut. Selain itu, banyak masyarakat Turki yang mengadakan shalat tarawih berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. Di beberapa kota, seperti Istanbul, jalan-jalan dipenuhi dengan pasar malam yang menjual berbagai hidangan khas Ramadhan. Meskipun ada perayaan di luar rumah, pusat perhatian tetaplah pada ibadah dan doa bersama.
5. Pakistan: Shalat Malam yang Panjang dan Makanan Berbuka
Di Pakistan, penyambutan malam Lailatul Qadar lebih fokus pada kegiatan ibadah malam seperti shalat tarawih, tahajud, dan doa-doa panjang. Masjid-masjid di Pakistan dipenuhi oleh umat Muslim yang datang untuk berdoa, berharap mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah. Di kota-kota besar seperti Lahore dan Karachi, beberapa rumah menyediakan tempat bagi tetangga dan orang-orang sekitar untuk berbuka puasa bersama, dengan hidangan khas seperti kebab, biryani, dan berbagai manisan. Setelah shalat malam, banyak keluarga yang tetap berkumpul dan menikmati hidangan berbuka bersama sambil merenungkan makna Ramadhan dan malam Lailatul Qadar.
6. India: Tadarus Al-Qur’an dan Keheningan Malam
Di India, khususnya di wilayah utara, tradisi Lailatul Qadar juga sangat kental dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an dan ibadah malam. Selain itu, di beberapa kota besar seperti Delhi dan Lucknow, umat Muslim banyak yang berkunjung ke masjid untuk menjalankan shalat berjamaah dan berdoa secara khusus di malam-malam ganjil tersebut. Salah satu yang unik adalah suasana keheningan yang sangat terasa pada malam Lailatul Qadar. Jalan-jalan yang biasanya ramai, tiba-tiba sunyi karena banyak umat yang lebih memilih menghabiskan waktu di masjid atau rumah untuk beribadah dan merenung.
7. Malaysia: Berdoa Bersama dan Menyantap Hidangan Khas
Di Malaysia, malam Lailatul Qadar juga dirayakan dengan penuh khusyuk. Selain beribadah, masyarakat Malaysia sangat gemar mengadakan “Majlis Berbuka Puasa” bersama di masjid atau di rumah-rumah, di mana mereka akan berbagi makanan dengan orang-orang sekitar. Hidangan khas seperti “Nasi Lemak”, “Rendang”, dan berbagai kue-kue tradisional selalu tersedia saat berbuka puasa. Selain itu, di beberapa tempat, terutama di Kuala Lumpur, ada juga acara pengajian dan doa bersama di masjid-masjid besar, yang dipimpin oleh ulama terkenal.
Setiap negara memiliki cara yang unik untuk menyambut malam Lailatul Qadar, meskipun inti dari perayaan tersebut adalah sama, yakni beribadah dan memohon ampunan dari Allah SWT. Dari tradisi tadarus Al-Qur’an di Indonesia hingga lentera di Turki, semua bentuk penyambutan ini mencerminkan keragaman budaya yang kaya dalam menyambut malam penuh berkah ini. Apa pun bentuk perayaannya, Lailatul Qadar tetap menjadi malam yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.



