Tajuk

Citra Kepala Daerah dalam Pemberitaan, Bupati Ciamis Terbaik

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Di wilayah Priangan Timur, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, muncul sebagai sosok kepala daerah dengan citra terbaik dalam pemberitaan media online. Analisis citra ini dibuat dengan melibatkan tiga aplikasi analytic, antara lain Semrush, Google Cloud Natural Language dan Gemini Pro. Selain itu, sebagai tambahan informasi, hasil analisis dilengkapi dengan cermatan wartawan Lintas Priangan di lapangan.

Sentimen berita dibagi menjadi tiga, sebagaimana pada umumnya yang digunakan dalam analisis framing, yaitu bertia dengan sentimen positif, netral dan negatif. Adapun objek yang dianalisis adalah kumpulan berita yang tayang di media online sepanjang tahun 2025.

Pemberitaan Herdiat Sunarya sebagai Bupati Ciamis meraih nilai 70% untuk sentimen positif. Angka ini bukan saja menjadikan Herdiat menjadi kepala daerah dengan citra pemberitaan terbaik, namun sangat mencolok dibanding citra kepala daerah lain di Priangan Timur.

Sebagai perbandingan, hasil analisis tiga aplikasi di atas ternyata menyimpulkan, dominasi berita untuk kata kunci Wali Kota Tasikmalaya sebesar 40% berita negatif dan 40% berita netral. Hanya 20% pemberitaan Wali Kota Tasikmalaya yang memiliki sentimen positif. Meski begitu, jika sentimen netral dan positif digabung, citra Wali Kota Tasikmalaya bisa dibilang masih mendingan, tidak didominasi oleh sentimen negatif.

Adapun Kabupaten Tasikmalaya, pemberitaan dengan kata kunci Bupati Tasikmalaya ternyata didominasi oleh sentimen negatif sebesar 60%. Pilkada yang berbuntut PSU dan diwarnai beberapa laporan hukum, membuat citra pemberitaan Bupati Tasikmalaya merosot.

Lalu bagaimana dengan kata kunci Bupati Garut, Wali Kota Banjar dan Bupati Pangandaran?

Faktanya, tak ada yang sedigdaya citra Bupati Ciamis. Pemberitaan Bupati Garut memang didominasi sentimen positif, namun mentok di angka 60%. Begitupun dengan pemberintaah Wali Kota Banjar, angkanya tinggi, mencapai 83%, namun sentimen yang mengemuka lebih bernuansa netral. Sementara Bupati Pangandaran, masih didominasi oleh sentimen negatif sebesar 60%. Angka ini menjadikan citra kepala daerah di Pangandaran (dan Kabupaten Tasikmalaya) mendapat sentimen berita negatif tertinggi di Priangan Timur.

Lintas Priangan kemudian menerjukan wartawan untuk mencermati, apa sebenarnya yang bisa membuat perbedaan citra pemberitaan kepala daerah di Priangan Timur. Salah satu temuan yang bukan mustahil jadi faktor dominan adalah, manajemen relasi media yang dilakukan oleh Dinas Kominfo di masing-masing daerah.

Dinas Kominfo Kabupaten Ciamis ternyata memiliki skema manajemen relasi media yang bisa dikatakan sudah beberapa langkah lebih maju dibanding daerah lain. Kominfo Ciamis lebih mampu mengapresiasi media, dengan inovasi manajemen relasi media yang mengakomodir seluruh media yang ada. Ini sangat berbeda dengan Dinas Kominfo di daerah lain, yang kerapkali masih fokus pada media-media mainstream. Di Ciamis, bahkan media yang belum memenuhi persyaratan legal-formal sebagaimana diamanatkan oleh UU Pers, tetap mendapat apresiasi.

Menariknya, Kominfo Ciamis membuat konsep klasifikasi media secara proporsional. Dengan berbasis barometer yang jelas, pengelompokkan yang kemudian dijadikan salah satu dasar pertimbangan apresiasi, relatif bisa diterima oleh semua media.

Lebih menarik lagi ketika Lintas Priangan mencoba menelusuri besaran anggaran Dinas Kominfo di enam daerah di Priangan Timur. Faktanya, Kominfo Ciamis memiliki anggaran yang relatif sama dengan daerah lain. Ini artinya, besaran anggaran bukan menjadi penentu utama efektivitas program relasi media.

Tentu, banyak variabel lain yang memberikan kontribusi terhadap citra kepala daerah dalam pemberitaan. Situasi dan kondisi politik di setiap daerah juga berbeda. Eksistensi Herdiat Sunarya sebagai incumbent yang kembali memimpin misalnya, tentu tak bisa dianggap sama dan sebangun dengan Viman Alfarizi Ramadhan yang baru kali ini menjabat kepala daerah.

Namun setidaknya, ada fakta yang tak bisa disangkal, Kominfo Ciamis sudah melakukan apa yang tidak atau belum dilakukan oleh Kominfo di daerah lain di Priangan Timur. Mungkin tak ada salahnya, Kominfo daerah lain di Priangan Timur melakukan studi banding ke Kominfo Ciamis.

Related Articles

Back to top button