Jalan Tol GETACI Dipastikan Terus Dibangun, Tahap Awal Sampai Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah menegaskan bahwa Jalan Tol GETACI (Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap) tetap berlanjut sesuai rencana nasional. Tahap pertama pembangunan kini diarahkan ke wilayah Tasikmalaya. Langkah ini bertujuan menyesuaikan nilai investasi sekaligus menarik minat investor untuk ikut membiayai proyek strategis tersebut.
Berikut perkembangan terbaru seputar proyek Jalan Tol GETACI yang kini kembali menjadi sorotan publik.
Pembangunan Tahap Awal Difokuskan ke Tasikmalaya
Kepala Bappeda Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa pemerintah tidak memangkas jalur Jalan Tol GETACI, melainkan menyusun ulang jadwal pengerjaannya. Pihaknya memilih memprioritaskan ruas Gedebage–Tasikmalaya karena dinilai paling siap secara teknis dan finansial.
“Pembangunan tetap berjalan hingga Cilacap, hanya saja kita mulai dulu dari Tasikmalaya,” ujar Dedi. Ia menambahkan, pendekatan bertahap ini membuat investor lebih mudah masuk karena biaya awal menjadi lebih rasional.
Langkah tersebut juga bertujuan mempercepat pelaksanaan konstruksi tanpa menunggu seluruh trase rampung secara serentak. Dengan fokus awal di Tasikmalaya, pemerintah berharap roda ekonomi di wilayah Priangan Timur mulai bergerak sebelum keseluruhan proyek selesai.
Pembebasan Lahan Jadi Pekerjaan Berat
Masalah pembebasan lahan masih menjadi pekerjaan besar dalam proyek Jalan Tol GETACI. Di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, misalnya, warga terus menunggu kepastian pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR). Proses musyawarah sudah berlangsung sejak Oktober 2024, tetapi sebagian warga belum menerima pembayaran.
Beberapa desa di Kabupaten Garut mulai menerima ganti rugi karena penetapan lokasi (penlok) sudah keluar lebih dahulu. Tim pelaksana menargetkan seluruh proses pembebasan lahan untuk segmen Gedebage–Banyuresmi bisa rampung pada tahun ini.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan lelang ulang proyek tol GETACI. Pemerintah berupaya membuat skema investasi yang lebih menarik agar investor baru mau terlibat. Evaluasi biaya menjadi kunci utama, karena sebelumnya nilai proyek dinilai terlalu tinggi oleh calon investor.
Rencana Teknis dan Dampak Ekonomi
Proyek Jalan Tol GETACI dirancang sepanjang 206,65 kilometer, melintasi dua provinsi: Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dari total panjang itu, 171 kilometer berada di wilayah Jawa Barat dan sisanya sekitar 35 kilometer berada di Jawa Tengah.
Tol ini terbagi menjadi empat seksi:
- Gedebage – Garut Utara (45,20 km)
- Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km)
- Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km)
- Patimuan – Cilacap (34,35 km)
Pemerintah menargetkan ruas Gedebage–Tasikmalaya beroperasi lebih dulu. Selanjutnya, pembangunan akan berlanjut ke arah Cilacap. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp56,2 triliun.
Dengan beroperasinya tol GETACI nanti, waktu tempuh Bandung–Cilacap bisa berkurang hingga 40 persen. Selain itu, keberadaan tol akan memperlancar distribusi logistik, mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Barat, dan meningkatkan minat investasi di sepanjang jalur tersebut.
Di Ciamis, jalur tol sepanjang 33 kilometer akan melewati empat kecamatan dan memiliki dua exit tol. Pemerintah daerah menyiapkan langkah pengamanan agar pembangunan tol tidak mengorbankan lahan produktif warga.
“Pembangunan ini membawa manfaat besar, tapi lahan pertanian tetap harus terlindungi,” kata salah satu pejabat daerah.
Pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan proyek Jalan Tol GETACI hingga Cilacap. Fokus tahap awal di Tasikmalaya bukan bentuk pengurangan, melainkan strategi agar proyek berjalan realistis dan berkelanjutan.
Tantangan utama kini terletak pada penyelesaian pembebasan lahan serta kesiapan lelang ulang yang masih dalam tahap evaluasi. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, tol GETACI akan menjadi jalur penting yang mengubah wajah ekonomi wilayah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah. (GPS)



