Berita Tasikmalaya

Puting Beliung di Tasikmalaya, Belasan Rumah Rusak dan Sekolah Rusak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Angin puting beliung kembali menerjang wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, bencana alam tersebut melanda Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, pada Senin, 20 Oktober 2025 sore. Hantaman angin kencang yang datang tiba-tiba itu menyebabkan 14 rumah warga rusak dan satu bangunan sekolah mengalami kerusakan ringan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang melanda Tasikmalaya dalam beberapa pekan terakhir. Hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam hitungan menit, atap rumah beterbangan, beberapa pohon tumbang, dan sebagian rumah warga tertimpa batang pohon berukuran besar.

Menurut laporan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, puluhan warga sempat panik dan berlarian mencari tempat aman saat angin berputar kencang menghantam permukiman mereka.


Penanganan Cepat Tim Gabungan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (21/10/2025), menyebutkan bahwa tim gabungan dari TAGANA, BPBD, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB), dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Tim melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta pembersihan material pohon tumbang yang menimpa beberapa rumah warga. Mereka juga berkoordinasi dengan aparat pemerintah desa, kecamatan, serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan aman.

“Begitu menerima laporan, tim langsung menuju lokasi untuk membantu warga. Kami mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan logistik seperti terpal untuk menutupi atap rumah yang rusak, serta kebutuhan dasar lainnya,” kata seorang anggota TAGANA yang ikut dalam proses evakuasi.

Ia menambahkan, meski sebagian rumah mengalami kerusakan cukup parah, warga diimbau untuk tetap tenang dan waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem lanjutan.


Pemerintah Siagakan Relawan dan Pantau Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa wilayah Priangan Timur, termasuk Kabupaten Tasikmalaya, berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga akhir Oktober 2025. Kondisi atmosfer yang labil serta peralihan musim menjadi faktor utama meningkatnya risiko puting beliung dan hujan lebat.

Pemerintah daerah kini tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa. Selain pendataan rumah rusak, BPBD juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih tanggap menghadapi situasi darurat.

“Kami minta masyarakat untuk segera melapor bila menemukan tanda-tanda cuaca ekstrem seperti awan gelap berputar atau angin berhembus kencang secara tidak wajar,” ujar petugas lapangan BPBD di lokasi.

Warga Sundawenang kini mulai bergotong royong memperbaiki rumah masing-masing dengan bantuan material darurat dari pemerintah. Sementara itu, aktivitas belajar di sekolah yang terdampak diliburkan sementara waktu hingga perbaikan selesai dilakukan.

Meski bencana kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa puting beliung di Tasikmalaya ini menjadi pengingat penting bahwa daerah tersebut masih berada dalam zona rawan bencana angin kencang. Koordinasi lintas lembaga dan kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak jika bencana serupa kembali terjadi. (GPS)

Related Articles

Back to top button