Pahlawan Masa Kini: “Anak Muda yang Berpihak pada Solusi”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Momentum Hari Pahlawan tidak hanya membawa kembali kisah keberanian para pendahulu negeri, tetapi juga menjadi ruang untuk membaca ulang konsep kepahlawanan di masa kini. Hal itu disampaikan oleh Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, yang menegaskan bahwa pahlawan masa kini adalah mereka yang hadir, bukan hanya berbicara; bekerja, bukan hanya mengeluh; dan memilih berperan, bukan berpaling.
Menurut Dhany, tantangan generasi hari ini berbeda dengan mereka yang berjuang melawan penjajahan. Bukan lagi soal bambu runcing dan medan perang, namun bagaimana berani menjawab masalah sosial, ekonomi, dan pengetahuan yang mengelilingi keseharian.
“Kepahlawanan itu sekarang bukan soal nama yang dipahat di monumen. Ia hadir dari keberanian mengambil peran dalam sesuatu yang ingin kita perbaiki. Sekecil apa pun. Yang penting berpihak pada solusi,” ujarnya.
Mendorong Gerakan Kolektif
Dhany menilai Kota Tasikmalaya memiliki kekuatan muda yang sangat besar. Mulai dari komunitas kesenian, ekonomi kreatif, relawan sosial, pegiat literasi, hingga organisasi pelajar dan mahasiswa. Namun kekuatan itu, katanya, perlu titik temu dan arah yang sama.
“Kita punya banyak energi, tapi jangan sampai berjalan sendiri-sendiri. KNPI hadir sebagai ruang temu, bukan ruang pamer. Kita ingin agar ide-ide baik bisa bertemu sesama pelaksana kebaikan. Di situlah kepahlawanan baru tumbuh: ketika kita bekerja bersama.”
Dari Keluhan Menjadi Gerakan
Hari ini, kata Dhany, keluhan bisa viral dalam hitungan detik. Namun solusi tidak lahir dari unggahan, tetapi dari langkah.
Ia mencontohkan banyak inisiatif anak muda di Tasikmalaya yang selama ini bekerja dalam senyap:
Komunitas yang menyalurkan buku ke perpustakaan kampung
Relawan yang menambal jalan lingkungan
Penggerak UMKM yang membantu pelaku usaha baru memahami pemasaran digital
Komunitas olahraga yang menyiapkan ruang aman untuk anak-anak di lingkungan padat
“Kadang mereka tidak tampil di panggung, tetapi apa yang mereka lakukan punya dampak langsung. Bagi saya, mereka adalah pahlawan dalam lingkar pengaruhnya,” tutur Dhany.
Menjadikan Peringatan Hari Pahlawan sebagai Panggilan Aksi
Dhany menegaskan, Hari Pahlawan bukan sekadar upacara dan seremonial tahunan. Ini adalah momen untuk memilih kembali posisi kita di tengah masyarakat.
“Pertanyaannya sederhana: hari ini, kita mau berdiri di sisi mana? Sisi yang hanya menonton keadaan, atau sisi yang mau ikut memperbaiki?”
Ia mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan komunitas di Kota Tasikmalaya untuk memulai hal sederhana: membangun kebermanfaatan di lingkar terdekat.
“Kalau setiap kita melakukan satu kebaikan di satu titik kecil, maka wajah kota ini akan berubah dari banyak sisi,” tegasnya.
Penutup
Dhany menutup pesannya dengan nada yang tenang, namun mengandung tekad:
“Pahlawan bukan orang yang sempurna. Ia hanya orang biasa yang memutuskan untuk tidak tinggal diam.”
Hari Pahlawan, katanya, bukan nostalgia. Ini panggilan untuk bergerak kembali.



