Berita Ciamis

Angklung Silih Asih Santa Yohanes Ciamis, Satukan Kisah Harmoni Lintas Iman

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Grup Angklung Silih Asih Santa Yohanes Ciamis ikut serta dalam upacara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Hari Bela Negara ke-77, dan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Halaman Pendopo Ciamis, Senin (22/12/2025).

Keikutsertaan mereka membuktikan kalau seni itu sebagai bahasa universal yang mampu melampaui sekat keyakinan.

‎Bukan sekadar pertunjukan musik, kehadiran Angklung Silih Asih menjadi simbol ruang aman toleransi, tempat keberagaman dirayakan secara alami melalui seni budaya.

‎Sebagai grup angklung yang lahir dari komunitas minoritas, Angklung Silih Asih Santa Yohanes justru menjelma menjadi duta harmoni lintas agama di Kabupaten Ciamis.

‎Sejak berdiri pada 2019, kelompok ini konsisten tampil dalam berbagai kegiatan bersama lintas iman, bahkan kerap berkolaborasi dengan penari dari pesantren dan latar belakang yang berbeda.

‎Pelatih sekaligus dirigen Angklung Silih Asih, Yani Rahayu Wibowo, mengatakan, seni memberi ruang bagi setiap orang untuk saling memahami tanpa perlu mempertanyakan perbedaan.

‎“Lewat seni, kita bisa berbaur. Tidak ada sekat agama. Penarinya ada dari pesantren, pemainnya beragam. Itu yang ingin kami tunjukkan,” kata Yani.

‎Menurutnya, latihan rutin yang dijalani selama kurang lebih lima tahun menjadi fondasi kekompakan sekaligus komitmen kelompok dalam menjaga kualitas dan semangat kebersamaan.

‎Intensitas latihan pun menyesuaikan kebutuhan penampilan, mulai dari satu bulan sekali hingga seminggu sekali.

‎Tak hanya di Ciamis, Angklung Silih Asih juga telah tampil di sejumlah daerah seperti Jakarta dan Ambarawa. ‎Namun, tampil di Pendopo Ciamis memiliki makna tersendiri.

‎“Pendopo itu simbol kebersamaan masyarakat Ciamis. Bisa tampil di sini berkali-kali tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ciamis Raih Predikat Kabupaten Paling Harmonis Se-Jabar

‎Yani juga mengapresiasi kuatnya iklim toleransi di Kabupaten Ciamis yang memungkinkan kelompok minoritas dapat hidup berdampingan secara harmonis.

‎“Sebagai minoritas, kami benar-benar merasakan toleransi itu. Awalnya mungkin ada rasa sungkan, tapi dengan banyaknya ruang kolaborasi, kami bisa berbaur dan saling menghormati. Ciamis luar biasa,” tegasnya.

‎Momentum peringatan Hari Ibu pun dimaknai Yani sebagai pengingat peran penting perempuan dalam menjaga nilai kehidupan, termasuk dalam seni dan keluarga.

‎“Ibu-ibu harus tetap sehat, kreatif, dan semangat menjalani semua peran. Jangan berhenti berkarya,” pesannya.

‎Melalui alunan angklung yang sederhana namun sarat makna, Angklung Silih Asih Santa Yohanes kembali menegaskan bahwa harmoni bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Ciamis. ‎(FSL)

Related Articles

Back to top button