Pencemaran Air TPA Ciangir Diduga Akibatkan Kematian Ikan Massal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas TPA Ciangir di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan air sungai yang menghitam dan bangkai ikan bergelimpangan, terutama di aliran Sungai Cikembang, Desa Cibeber, Kecamatan Manonjaya. Kondisi ini menimbulkan keresahan karena mengancam ekosistem perairan sekaligus kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai.
Nandar Sunandar, warga Cibeber, mengaku terkejut dengan banyaknya ikan kecil yang mati mendadak. Menurutnya, pencemaran kali ini jauh lebih parah dibandingkan tahun lalu.
“Ini terparah. Tahun lalu tidak sampai sini. Ikan-ikan mati,” kata Nandar sambil menunjukkan ikan yang mengapung, dikutip dari laporan Antara.
Warga Khawatir Dampak Meluas
Selain di Manonjaya, gejala serupa juga dilaporkan di wilayah Tamansari. Umar, warga Sinargalih, menuturkan bahwa aliran Sungai Cipajaran yang terhubung dengan Cikembang mulai menunjukkan tanda-tanda pencemaran.
“Sekarang kami tetap waspada, apalagi akan menghadapi musim kemarau. Biasanya kalau kemarau, masalah ini makin terasa,” ungkap Umar.
Warga lainnya, Wawan, menegaskan bahwa sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat.
“Kami hanya ingin air tetap bersih. Kalau sungai rusak, hidup kami juga ikut rusak,” ujarnya penuh harap.
Sungai di kawasan Tamansari dan Manonjaya bukan hanya sumber air irigasi dan perikanan, tetapi juga penopang kebutuhan domestik. Kekhawatiran pun meningkat jika pencemaran dari TPA Ciangir merembet ke kolam dan sumur warga.
DLH Lakukan Pemantauan
Menanggapi keresahan warga, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyebut pihaknya telah melakukan pemantauan di lapangan.
“Semua prosedur sedang dipantau, termasuk dampaknya di lapangan,” ujar Hanafi.
Sementara itu, Plt Kepala UPTD Pengelola TPA Ciangir, Deni Indra, tidak menampik adanya dampak dari aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut.
“Kami akui ada dampak yang terjadi. Karena itu kami sedang berbenah, dan kami berniat bertemu warga untuk membicarakan solusi,” ucap Deni.
Ia menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan sistem filtrasi untuk meminimalisasi pencemaran air lindi—cairan yang terbentuk dari proses pembusukan sampah dan kerap dituding sebagai penyebab utama pencemaran.
Warga Menunggu Tindakan Nyata
Meski ada janji pembenahan, masyarakat sekitar masih menanti langkah konkret pemerintah. Pengalaman sebelumnya menunjukkan, setiap musim kemarau persoalan pencemaran dari TPA Ciangir kembali muncul dengan pola serupa: air sungai menghitam, ikan mati, dan kehidupan warga terganggu.
“Kami khawatir cemaran ini sampai ke kolam atau sumur warga. Airnya hitam sekali, takut gatal kalau dipakai,” tambah Nandar.
Masyarakat berharap upaya pengelolaan TPA Ciangir benar-benar dijalankan secara serius, agar masalah pencemaran tidak terus berulang dan merusak keseimbangan lingkungan di Tasikmalaya. (Lintas Priangan/AA)
Sumber: Antara



