Kesbangpol Kabupaten Ciamis Hadiri Konferensi Kota Toleran di Singkawang

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kesbangpol Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem toleransi dengan menghadiri Konferensi Kota Toleran yang digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada 15–16 November 2025. Kehadiran ini sekaligus menjadi upaya memperkuat jejaring kolaborasi lintas daerah dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di Tatar Galuh.
Konferensi Kota Toleran merupakan forum tahunan yang mempertemukan berbagai unsur pemerintah daerah, pemangku kebijakan, pegiat masyarakat sipil, dan lembaga keagamaan dari berbagai wilayah di Indonesia. Tahun ini, Singkawang dipilih sebagai tuan rumah karena dikenal sebagai kota dengan tingkat toleransi yang tinggi serta keberhasilan berbagai program penguatan kerukunan yang sudah berjalan lama.
Kesbangpol Kabupaten Ciamis hadir bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis. Keduanya berangkat dengan tujuan utama memperluas referensi kebijakan, strategi, dan praktik terbaik yang bisa diadaptasi untuk memperkuat iklim toleransi di daerah.
Ciamis Dorong Inisiatif Baru untuk Ekosistem Toleransi
Tema konferensi tahun ini, “Menguatkan Inisiatif dan Kolaborasi, Membangun Ekosistem Toleransi”, membuka ruang diskusi yang menitikberatkan pada pentingnya kerja bersama antarinstansi dan masyarakat. Bagi Kesbangpol Kabupaten Ciamis, tema tersebut sangat relevan dengan situasi sosial di daerah yang selama ini dikenal tenang, namun tetap membutuhkan penguatan agar potensi gesekan dapat diminimalkan.
Dalam forum tersebut, peserta dari berbagai daerah memaparkan sejumlah langkah yang telah mereka lakukan. Ada yang memaparkan model dialog lintas agama, program pendidikan toleransi berbasis sekolah, hingga inovasi penguatan moderasi beragama melalui media digital. Sharing pengalaman ini menjadi salah satu bagian yang paling diminati peserta karena memberikan gambaran langkah konkret yang sudah terbukti efektif.
Kehadiran Kesbangpol Kabupaten Ciamis dalam kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk membandingkan praktik yang sudah dilakukan di Ciamis. Selama ini, Ciamis dikenal aktif melalui kegiatan FKUB, fasilitasi dialog lintas agama, serta pendampingan terhadap komunitas masyarakat. Namun dalam konteks tantangan sosial yang terus berubah, referensi baru tetap dibutuhkan agar kebijakan yang diterapkan tidak berjalan di tempat.
Singkawang Jadi Ruang Belajar Kerukunan
Singkawang dipilih sebagai lokasi konferensi bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai salah satu daerah paling toleran di Indonesia dengan tingkat kohesi sosial yang relatif stabil. Praktik hidup berdampingan masyarakat Tionghoa, Dayak, dan Melayu menjadi salah satu contoh toleransi yang kerap dijadikan rujukan nasional.
Di kota ini pula, peserta konferensi dapat melihat langsung program yang telah dijalankan pemerintah setempat. Dari penataan ruang publik yang ramah bagi semua kelompok, dialog budaya, hingga konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga ruang interaksi yang sehat antarwarga.
Bagi Kesbangpol Kabupaten Ciamis, pengalaman ini menjadi bahan pengayaan untuk melihat bagaimana daerah lain mengelola keragaman dan mengantisipasi potensi konflik. Pemahaman ini penting mengingat Ciamis juga memiliki dinamika masyarakat yang beragam, meskipun tidak sekompleks kota-kota besar.
Selain mengikuti rangkaian diskusi, delegasi dari Ciamis juga terlibat dalam beberapa sesi kelompok yang membahas strategi memperkuat sistem deteksi dini kerawanan sosial. Topik ini menjadi salah satu fokus karena berkaitan langsung dengan tugas Kesbangpol dalam menjaga stabilitas daerah.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyampaikan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antardaerah dalam menjaga nilai toleransi. Bagi Ciamis, momentum ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan inisiatif baru dalam penguatan kerukunan, termasuk memperluas kolaborasi dengan tokoh agama, komunitas budaya, hingga generasi muda.
Konferensi Kota Toleran 2025 di Singkawang juga bertepatan dengan peringatan Hari Toleransi Sedunia pada 16 November. Momen ini menegaskan kembali pentingnya nilai saling menghormati dan hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam. Kesbangpol Kabupaten Ciamis menilai bahwa peringatan tersebut bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa menjaga toleransi adalah pekerjaan bersama yang harus terus berlangsung.
Dengan keikutsertaan dalam konferensi ini, Kesbangpol Kabupaten Ciamis berharap dapat membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di daerah, sekaligus memperkuat posisi Ciamis sebagai wilayah yang konsisten menjaga harmoni sosial. Langkah ini juga menjadi bukti bahwa komitmen terhadap toleransi tidak hanya diwujudkan melalui pernyataan, tetapi melalui keterlibatan aktif dalam forum nasional yang membahas masa depan kerukunan di Indonesia. (GPS)



