Berita Pangandaran

Populasi Ular King Kobra di Pemukiman Meningkat, Warga Pangandaran Diminta Waspada


lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Dua ekor ular king kobra ukuran besar ditemukan di dalam rumah warga di Dusun Karangsari, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang. Kejadian ini ikut mencerminkan tren meningkatnya ular king kobr yang muncul di pemukiman warga di beberapa daerah, menurut data dan pakar lingkungan.

Evakuasi Dramatis di Pangandaran

Warga Dusun Karangsari digegerkan saat dua ular king kobra masuk ke rumah milik Dasiem. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pangandaran segera merespons laporan dan melakukan evakuasi setelah ular beberapa kali mencoba menyerang petugas.

Petugas Damkar, Aziz Romdoni, menjelaskan bahwa seekor ular panjangnya sekitar 4 meter dan satu lagi 2 meter. “Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar satu jam karena ular agresif dan bersembunyi di balik perabotan rumah yang sudah tidak terpakai,” ungkapnya. Kedua ular akhirnya diamankan tanpa ada korban luka.

Tren Ular King Kobra di Pemukiman: Data & Analisis

Pakar herpetologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Amir Hamidy, menyebutkan bahwa munculnya ular king kobra di permukiman adalah bagian dari siklus alami. “Kemunculan kobra memang karena sedang musimnya menetas anak-anak ular dan itu akan terjadi lagi karena memang siklus tahunan.” Kasus kemunculan ular king kobra bukan sekadar insiden terisolasi, melainkan bagian dari tren ekologis dan sosial yang memerlukan perhatian bersama.

Direktorat Sumber Daya Genetik BRIN juga menjelaskan bahwa habitat ular king kobra biasanya hutan dan pinggiran hutan, tetapi alih fungsi lahan dan pembangunan permukiman telah mengganggu habitat tersebut, memaksa ular ke area manusia.

Di kawasan Kabupaten Bandung Barat, data dari Disdamkarmat menunjukkan bahwa pada Juni 2025 terdapat 12 ular berbisa yang terungkap di pemukiman warga, termasuk beberapa ular king kobra. Ini mengindikasikan bahwa ular king kobra tidak lagi langka di sekitar hunian penduduk.

Peneliti juga mencatat bahwa musim hujan, suhu lembab, dan meningkatnya populasi tikus di pemukiman mempercepat proses penetasan telur dan menarik perhatian ular berbisa seperti king kobra ke pemukiman. Hambatan predator alami, seperti garangan atau elang, yang jumlahnya menurun, turut memperparah situasi.

Imbauan dan Tindakan yang Disarankan

Petugas Damkar Pangandaran mengimbau warga agar tetap waspada terhadap ular king kobra yang dapat muncul tiba-tiba di dalam rumah atau sekitar pekarangan. Warga diminta melapor segera ke Damkar atau BKSDA bila menemukan ular.

Pakar herpetologi menyarankan agar masyarakat membuat lingkungan rumah lebih aman: menyingkirkan tumpukan barang bekas, menjaga kebersihan pekarangan, memotong rumput serta mengurangi populasi tikus. Dr. Amir Hamidy menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang cara menghadapi situasi apabila bertemu ular king kobra, serta tidak mencoba menangani sendiri kalau tidak memiliki alat dan keahlian.

Di sisi pemerintah, Disdamkarmat KBB menyebutkan bahwa SOP evakuasi harus siap setiap saat dan petugas semakin dilengkapi pelatihan untuk menangani ular berbisa. BKSDA juga disebut aktif dalam rescue ular bila laporan masuk, dan menciptakan program sosialisasi dengan komunitas reptil dan warga. (Lintas Priangan/Arrian)

Related Articles

Back to top button