Berita Jabar

Jembatan Bantar Gedang Rusak Sembilan Bulan, Warga Bangun Jembatan Darurat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Jembatan Bantar Gedang di Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, sudah rusak sejak sembilan bulan lalu. Jembatan tersebut jebol setelah tergerus aliran sungai ketika hujan deras mengguyur wilayah itu. Hingga kini, pemerintah belum melakukan perbaikan, padahal jembatan Bantar Gedang sangat penting untuk menunjang aktivitas harian warga.

Seorang warga setempat bernama Asep menuturkan bahwa kondisi jembatan semakin memprihatinkan. Ia menjelaskan, tanah penopang jembatan terkikis arus deras, lalu bagian jalan amblas hingga membuat badan jembatan terputus. “Sejak jebol, kendaraan roda empat tidak bisa lagi melintas di Jembatan Bantar Gedang. Jalur ini padahal paling dekat untuk menuju pasar dan pusat kota,” ungkapnya pada Minggu 21 September 2025.

Usulan Warga Belum Ditanggapi

Warga Kampung Bantar Gedang sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut maupun konfirmasi resmi. Asep mengaku kecewa karena harapan masyarakat untuk kembali menikmati akses layak belum juga terwujud. “Kami sudah lama mengajukan, tapi tak kunjung ada kepastian. Warga butuh kepedulian pemerintah,” keluhnya.

Warga Bangun Jembatan Darurat

Karena kondisi semakin mendesak, warga akhirnya berinisiatif membangun jembatan darurat secara swadaya. Mereka memanfaatkan batang kelapa dan bambu sebagai penopang utama. Kehadiran jembatan darurat itu sedikit membantu, meski hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan becak motor.

“Kami membangunnya gotong royong supaya aktivitas tetap berjalan. Setidaknya motor masih bisa lewat. Tapi mobil jelas tidak bisa, takut jembatannya ambruk,” jelas Asep. Ia menambahkan, jembatan darurat ini tidak cukup kuat menahan beban berat sehingga hanya berfungsi sebagai solusi sementara.

Jalur Alternatif Kurang Efisien

Jika warga harus mencari jalur alternatif, mereka perlu menempuh perjalanan lebih jauh. Pilihan pertama yakni memutar melalui Kampung Lewimalang – Gunung Cihcir – lalu kembali ke Jalan Bantar. Pilihan kedua melewati jalur Rancabango, tetapi jalur itu selalu dipadati kendaraan sehingga kurang efektif.

“Kalau memutar, warga butuh waktu lebih lama. Kasihan terutama pedagang yang harus cepat sampai pasar. Karena itu perbaikan Jembatan Bantar Gedang sangat mendesak,” lanjut Asep.

Harapan Segera Ada Perbaikan

Jembatan Bantar Gedang menjadi urat nadi perekonomian warga sekitar. Setiap hari, masyarakat menggunakannya untuk menuju pasar, sekolah, maupun ke pusat kota. Tanpa jembatan ini, aktivitas warga jelas terhambat. Karena itu, mereka sangat berharap pemerintah segera turun tangan.

“Kami butuh akses lancar. Jembatan ini bukan hanya penting bagi kami, tapi juga untuk distribusi barang dagangan. Semoga perbaikan segera terealisasi,” tutup Asep dengan penuh harap. (GPS)

Related Articles

Back to top button