Arogansi Kadinsos Kota Tasikmalaya Dikritik, Pemuda Minta Sanksi Tegas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sikap proaktif pemkot Tasikmalaya dalam menenangkan warga Panglayungan diapresiasi, namun sejumlah pemuda menilai langkah itu tidak cukup untuk menangani arogansi Kadinsos Kota Tasikmalaya.
Alif Alfarizi, Ketua Aliansi Pemuda Cipedes, menegaskan pentingnya pemberian sanksi tegas. Menurutnya, tanpa efek jera, perilaku temperamental Kadinsos Kota Tasikmalaya justru bisa makin arogan.
“Kalau tidak diberi sanksi tegas, bukan mustahil beuki we mulak cangkeng meureun,” ujar Alif. Ia menambahkan, mediasi tanpa tindakan konkret dari BKPSDM atau wali kota sama saja membenarkan perilaku arogan tersebut.
Alif menekankan bahwa karakter temperamental itu biasanya memang sulit mengakui kesalahan. “Orang temperamen itu sering merasa benar sendiri. Kalau tidak ditegur, efek jera tidak tercapai, nanti malah tambah besar kepala,” jelas Alif.
Arogansi Kadinsos Kota Tasikmalaya Sudah Banyak Jejak
Redaksi juga mencermati beberapa fakta yang mengarah pada arogansi Kadinsos Kota Tasikmalaya yang sepertinya sudah dikenal lama. Gaya komunikasinya yang keras dan arogan tercermin dalam sejumlah berita dan komentar publik. Salah satunya seperti diberitakan Radar dengan judul: “Tak Berubah, Gaya Komunikasi Kadinsos Kota Tasikmalaya Dikritik Publik”. Komentar warganet di media sosial pun menguatkan hal ini, seperti: “Budy Rachman, tahun 2019 kungsi pasea, da geuning teu robah adat na teh.” Bahkan, salah seorang narasumber Lintas Priangan menuturkan, Kadinsos Kota Tasikmalaya dengan arogan berkata: “Urang mah euweuh kasieun”.
Alif menyoroti bahwa keberanian yang dimiliki Kadinsos seharusnya diarahkan untuk hal positif, misalnya melawan korupsi dan menjaga integritas birokrasi. “Kalau memang punya nyali, coba tempatkan dia di inspektorat. Tindak tuh laporan-laporan keluhan warga yang selama ini seringkali tidak disikapi. Kita lihat seberapa besar nyali dia,” kata Alif.
Pandangan ini menegaskan bahwa meskipun mediasi warga berjalan lancar, tindakan preventif berupa sanksi tetap penting agar pejabat publik tidak menganggap diri kebal kritik. Ketegasan ini diperlukan untuk menjaga disiplin, profesionalisme, dan reputasi pemerintahan di mata publik.
Pihak pemuda dan tokoh masyarakat menilai langkah pemkot yang hanya mengandalkan mediasi tanpa menindaklanjuti perilaku arogan berpotensi melemahkan kepercayaan publik. Dengan memberikan efek jera, diharapkan perilaku temperamental Kadinsos Kota Tasikmalaya dapat dikendalikan, sekaligus memperkuat mekanisme akuntabilitas di pemerintahan Kota Tasikmalaya. (Lintas Priangan/AA)



