Berita Tasikmalaya

Endang, Penjaga Posko BPBD Kota Tasikmalaya yang Harus Selalu Terjaga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Di tengah hiruk-pikuk peringatan Hari Pahlawan yang biasanya dipenuhi upacara, taburan bunga, serta kata-kata heroik yang melambung ke langit, ada satu sosok yang justru lebih akrab dengan sunyi. Namanya Endang, 67 tahun, tinggal di Tawang Kulon, Jalan Galunggung, Kota Tasikmalaya. Ia bukan komandan besar, bukan pula sosok yang fotonya menghiasi baliho. Perannya tidak penuh sorak-sorai. Dan hampir pasti fotonya tak pernah dimuat di media massa. Ia hanya penjaga posko. Penunggu garda paling sunyi dalam setiap operasi penanggulangan bencana.

Sebelum menjadi relawan BPBD Kota Tasikmalaya, Endang mengabdikan diri sebagai tenaga sukarelawan di Satpol PP. Kemudian pada 2016 ia pindah ke dinas pemadam kebakaran. Pada masa itu, sebelum anggaran dan regulasi tertata, tenaga sukarelawan seperti dia tidak menerima honor sepeser pun. Tapi berkat panggilan hati, ia bertahun-tahun bekerja tanpa tanda terima. Ia sudah merasa cukup dengan merasa bahwa dirinya berguna.

“Ya, namanya juga pengabdian. Kalau dihitung-hitung mah rugi tenaga dan waktu. Tapi kalau dirasa, hati mah lega,” katanya siang tadi, Senin (10/11/2025), saat ditemui Lintas Priangan di Posko BPBD Kota Tasikmalaya.

Baru pada tahun 2021, ketika H. Ucu Anwar masuk ke BPBD Kota Tasikmalaya, relawan mulai bisa tersenyum karena mendapatkan honor yang lebih layak. Namun bagi Endang, bayaran bukan inti ceritanya. Ia sudah lama menyematkan sendiri alasan ia masih berada di sini: selama masih dibutuhkan, tubuh dan waktunya masih siap.

Penjaga Posko Utama

Tugas Endang tidak selalu turun ke lokasi bencana. Ia bukan yang menantang lidah api atau menyelam dalam lumpur banjir. Perannya ada di pusat saraf: posko utama. Ketika sirine berbunyi dan pasukan penyelamat meluncur, justru Endang tetap tinggal. Ia harus tetap terjaga di sana, meski sendirian.

Dalam posko utama, informasi mengalir deras, situasi berubah cepat, dan permintaan tambahan personel bisa datang kapan saja. Di saat itulah Endang menjadi penghubung antara regu lapangan dan komando pusat.

“Kalau dalam situasi seperti itu, saya tidak boleh lengah. Saya harus siaga. Dan hati saya selalu berdoa untuk rekan-rekan yang sedang bertugas, semoga selalu kembali dengan selamat,” ujarnya. “Kalau regu di lokasi bilang butuh tambahan, kita harus langsung nyambung ke pusat. Kalau telat, nyawa orang bisa taruhannya.”

Bagi sebagian orang, posko terlihat seperti kantor biasa. Tapi di balik meja, peta, layar monitor, dan radio komunikasi itu, posko adalah nadi koordinasi. Tanpa penjaga yang awas, operasi penyelamatan bisa kacau.

Lebih jauh lagi, posko juga menjadi tempat menyimpan barang-barang para relawan. Termasuk kendaraan pribadi. Ketika sirine memanggil, para “ranger” BPBD berangkat tanpa pikir panjang. Kunci motor, tas, dompet, bahkan bekal makan siang sering tertinggal. Dan di sinilah peran Endang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar teknis: ia menjaga kepercayaan.

Untuk Bekerja Mungkin Usianya Terlalu Tua

Usianya sekarang 67 tahun. Dalam aturan kepegawaian, usia 60 biasanya menjadi batas akhir. Tapi Endang bukan ASN. Ia relawan. Dan relawan tidak memiliki umur pensiun, yang ada hanya batas kemampuan.

“Saya masih siap. Saya hanya akan berhenti ketika memang sudah tidak dibutuhkan atau saya sudah tidak mampu secara fisik,” katanya.

Hari Pahlawan tahun ini mengingatkan kita bahwa kepahlawanan tidak selalu bising. Tidak melulu tentang drama penyelamatan di tengah kobaran api, tidak pula hanya tentang wajah yang selalu muncul di pemberitaan. Pahlawan bisa saja adalah orang yang menjaga ruang sunyi, area parkir dan alur komunikasi, agar agar operasi penyelamatan berjalan tanpa gangguan.

Pahlawan bisa saja adalah seseorang yang tidak terlihat ketika kamera menyorot. Yang tidak dipanggil naik ke panggung penghargaan.

Pahlawan bisa saja bernama Endang.

Ia bukan “yang terdepan” dalam aksi dramatis. Tapi ia memastikan yang terdepan itu pergi dengan nyaman, dan bisa kembali dengan selamat. (GPS)

Related Articles

Back to top button