Berita Tasikmalaya

Sosialisasi Wasbang di Kabupaten Tasikmalaya Bidik Segmen Generasi Emas

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya mulai mengarahkan program sosialisasi wawasan kebangsaan kepada remaja usia sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini ditempuh sebagai strategi jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas Indonesia yang akan memimpin bangsa pada satu abad usia Indonesia, tepatnya tahun 2045.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Sana Andriana, S.Pd., S.E., M.M., menegaskan pentingnya menyentuh segmentasi baru ini. Menurutnya, anak-anak SMP yang saat ini berusia sekitar 13–15 tahun akan berada pada usia produktif ketika Indonesia merayakan satu abad kemerdekaan.

“Usia SMP hari ini akan memegang kendali pada momentum Indonesia Emas tahun 2045. Mereka ini generasi emas, harus kita bekali secara masif dengan wawasan kebangsaan,” kata Sana seusai kegiatan sosialisasi di SMP Negeri 1 Manonjaya, Kamis (11/9/2025).

Sana menambahkan, pihaknya menyadari bahwa metode konvensional berupa seminar atau diskusi panel yang selama ini kerap digunakan untuk sosialisasi wawasan kebangsaan, mungkin tidak efektif untuk kalangan remaja SMP. Materi wawasan kebangsaan yang luas dan kompleks akan sulit diterima jika disajikan dengan pola komunikasi formal kepada segmen remaja. Karena itu, Bakesbangpol menghadirkan konsep baru berupa permainan edukatif atau games yang lebih interaktif.

“Materi wasbang itu berat. Kalau hanya disampaikan lewat seminar, besar kemungkinan tidak efektif untuk usia SMP. Maka kami mengembangkan metode interactive games agar mereka bisa belajar dengan gembira, tanpa kehilangan substansi materi,” tuturnya.

Pada kegiatan di SMP Negeri 1 Manonjaya, sekitar 100 siswa mengikuti dua jenis permainan. Senny Apriani, S.IP., selaku pemandu game menjelaskan bahwa permainan pertama mengusung tema Pancasila, sedangkan permainan kedua bertema Bhinneka Tunggal Ika.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Mereka berpartisipasi aktif, suasana seru, dan pesan-pesan kebangsaan bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Senny.

Pantauan di lapangan menunjukkan siswa-siswi bersemangat mengikuti setiap sesi permainan. Beberapa kelompok terlihat berusaha menjawab tantangan dengan cepat, sementara kelompok lain mendiskusikan strategi untuk memenangkan permainan. Tawa riang dan sorak sorai membuat suasana sosialisasi jauh dari kesan kaku, namun tetap sarat nilai edukasi.

Pihak sekolah pun menyambut positif pendekatan baru dari Bakesbangpol. H. Usep, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMP Negeri 1 Manonjaya, menilai metode permainan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa sekaligus menumbuhkan minat mereka terhadap materi wawasan kebangsaan.

“Materi yang disuguhkan Bakesbangpol bukan saja dibutuhkan, tapi juga diminati. Penyajiannya dalam bentuk permainan membuat anak-anak lebih bersemangat dan mudah memahami pesan yang disampaikan,” tutur Usep.

Sana menambahkan, kegiatan serupa akan terus digelar secara berkelanjutan di sejumlah sekolah di Kabupaten Tasikmalaya. Targetnya, semakin banyak pelajar SMP mendapat pembekalan wawasan kebangsaan sejak dini sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan global di masa depan.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak awal. Karena ketika mereka dewasa, apalah artinya mereka pintar, menguasai teknologi, jasadny akuat, jika mereka tidak mencintai negeri ini,” pungkasnya. (Lintas Priangan/AA)

Related Articles

Back to top button