Hari Ini, Roni Ahmad Sahroni Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Babak kekosongan jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya akhirnya berakhir. Hari ini, Senin (12/01/2026), Roni Ahmad Sahroni dijadwalkan dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Pelantikan tersebut sekaligus menegaskan arah konsolidasi birokrasi Pemkab Tasikmalaya setelah beberapa hari berada dalam fase transisi.
Agenda pelantikan tertuang dalam undangan resmi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang ditandatangani pada 9 Januari 2026. Dalam undangan itu disebutkan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di lingkungan Sekretariat Daerah. Meski dokumen undangan tidak secara eksplisit mencantumkan nama, rangkaian peristiwa sebelumnya membuat publik birokrasi nyaris serempak menunjuk satu nama: Roni Ahmad Sahroni.
Baca berita terkait Sekda Kabupaten Tasikmalaya sebelumnya:
- Tak Banyak Drama, Senin Bupati Lantik Sekda Baru Kabupaten Tasikmalaya
- Bupati Tunjuk PLH Sekda Kabupaten Tasikmalaya
- Posisi Sekda Kabupaten Tasikmalaya Kosong, Mohamad Zen “Diparkir”
Penunjukan ini terasa logis jika ditarik dari kronologi. Sejak awal Januari 2026, jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan kosong setelah Mohamad Zen digeser dari posisi Sekretaris Daerah menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Dalam lampiran Keputusan Bupati tentang mutasi dan rotasi pejabat struktural tersebut, tidak ada satu pun nama yang mengisi kursi Sekda—baik definitif, PLT, maupun Pj.
Situasi itu sempat memunculkan tanda tanya. Pasalnya, Sekda bukan jabatan sembarang. Ia adalah panglima ASN di daerah, koordinator seluruh OPD, sekaligus simpul utama komunikasi antara kepala daerah dan birokrasi. Kekosongan di posisi ini, meski singkat, langsung menjadi perhatian publik dan internal pemerintahan.
Dari Kosong, PLH, hingga Dilantik
Menjawab kekosongan itu, pada 6 Januari 2026, Bupati Tasikmalaya menunjuk Roni Ahmad Sahroni sebagai Pelaksana Harian (PLH) Sekda. Roni adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Penunjukan PLH tentu dimaksudkan agar roda administrasi pemerintahan tetap berjalan, terutama karena awal tahun anggaran merupakan fase krusial: APBD mulai dieksekusi, program prioritas kepala daerah mulai bergerak, dan koordinasi lintas OPD dituntut rapi.
Menariknya, masa PLH tersebut berlangsung sangat singkat. Dalam hitungan hari, undangan pelantikan Penjabat Sekda terbit. Timeline-nya bahkan terbilang cepat untuk ukuran birokrasi: awal Januari jabatan dinyatakan kosong, 6 Januari PLH ditunjuk, 9 Januari undangan pelantikan ditandatangani, dan hari ini, 12 Januari pelantikan dilaksanakan. Kurang dari sepekan, fase transisi diselesaikan.
Kecepatan ini sekaligus mematahkan spekulasi soal seleksi terbuka atau open bidding. Hingga hari pelantikan, tidak pernah ada pengumuman resmi terkait proses tersebut. Dalam praktik pemerintahan daerah, kondisi ini lazim dibaca sebagai sinyal bahwa PLH akan naik kelas menjadi pejabat yang dilantik—baik sebagai Pj maupun definitif. Dan semua tanda mengarah pada Roni Ahmad Sahroni.
Logika Birokrasi dan Jejak Jabatan
Di kalangan ASN Pemkab Tasikmalaya, nama Roni bukan sosok asing. Latar belakangnya sebagai Kepala BPKPD menempatkannya di salah satu simpul paling strategis pemerintahan daerah: pengelolaan keuangan. Dalam banyak daerah, Sekda kerap berasal dari kepala SKPD besar seperti BPKAD/BPKPD, Dinas PUPR, atau Dinas Pendidikan. Jalur ini dianggap “matang” karena calon Sekda sudah terbiasa mengendalikan sistem, anggaran, dan ritme kerja lintas OPD.
Contoh terdekat, dua Sekda Ciamis yang terakhir berasal dari Dinas Pendidikan dan PUPR. Begitupun dengan dua Sekda Kota Tasikmalaya, keduanya berasal dari dua dinas yang sama.
Selain itu, absennya skema seleksi ulang juga memperkuat asumsi internal. Jika memang Pemkab Tasikmalaya berniat membuka proses pemilihan baru, biasanya pejabat lama tidak serta-merta digeser. Mohamad Zen tidak akan langsung “diparkir” di jabatan baru. Ada pola yang lebih halus: tetap diberi ruang mengikuti proses, baru kemudian hasil seleksi menentukan. Fakta bahwa Mohamad Zen langsung dipindahkan ke jabatan lain tanpa skema tersebut membuat banyak pihak menilai bahwa konsolidasi sudah diputuskan sejak awal.
Sejumlah ASN yang ditemui menyebut, penunjukan Roni sebagai PLH sejak awal sudah dibaca sebagai “pemanasan”. “Biasanya kalau PLH cuma sehari-dua hari, itu cuma jaga gawang. Tapi ini jelas ada arah,” ujar salah satu sumber di lingkungan Sekretariat Daerah. Birokrasi, kata dia, jarang bergerak tanpa peta.
Sekda Kabupaten Tasikmalaya dan Arah ke Depan
Pelantikan Sekda Kabupaten Tasikmalaya hari ini menandai berakhirnya fase kekosongan yang sempat menyita perhatian publik. Lebih dari itu, pelantikan ini memberi kepastian struktur komando ASN di tengah momentum awal tahun anggaran. Tantangan Sekda ke depan tidak ringan: mengonsolidasikan OPD, menyelaraskan visi kepala daerah, sekaligus menjaga stabilitas birokrasi pasca-Pilkada.
Baca berita Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya sebelumya:
- Tak Banyak Drama, Senin Bupati Lantik Sekda Baru Kabupaten Tasikmalaya
- Bupati Tunjuk PLH Sekda Kabupaten Tasikmalaya
- Posisi Sekda Kabupaten Tasikmalaya Kosong, Mohamad Zen “Diparkir”
Publik Kabupaten Tasikmalaya tentu akan menilai bukan hanya dari seremoni pelantikan, tetapi dari langkah-langkah awal yang diambil. Bagaimana ritme koordinasi dibangun, bagaimana komunikasi dengan OPD dijalankan, dan sejauh mana Sekda baru mampu menjadi penghubung efektif antara kebijakan politik dan kerja administratif.
Hari ini, satu pertanyaan besar pasti terjawab: siapa yang mengisi kursi Sekda Kabupaten Tasikmalaya. Jawaban berikutnya akan ditentukan oleh waktu, tepatnya nanti jam 1 siang. (AS)



