Berita Ciamis

Lantik PK-PPDI, Mas Ahim Ingatkan Perangkat Desa Fokus Pelayanan dan Tingkatkan Kualitas Kerja

lintaspriangan.com. CIAMIS. Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis, Akhmad Himawan atau yang akrab disapa Mas Ahim, mengingatkan agar para perangkat desa tetap menjalankan tugas utamanya sebagai pelayan masyarakat dan pendamping kepala desa.

Hal itu disampaikan Mas Ahim usai melantik dan mengukuhkan Pengurus Kecamatan (PK-PPDI) Kecamatan Sadananya di Aula Desa Tanjungsari, Jumat (25/04/2025) sore. Sebelumnya, pelantikan juga dilaksanakan di Kecamatan Lakbok pada pagi hari. Kedua kepengurusan kecamatan tersebut akan bertugas untuk masa bakti 2025–2030.

Dalam kesempatan itu Mas Ahim mengucapkan selamat kepada para pengurus baru dan berharap mereka bisa membawa semangat baru dalam organisasi PPDI.

“Kami ingin PPDI Sadananya bisa aktif memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa, tapi jangan lupa, pelayanan masyarakat dan peningkatan kualitas kerja tetap yang utama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi perangkat desa. Menurutnya, kualitas kerja yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

“Kalau kinerja perangkat desa sudah baik dan bahkan bisa berprestasi, maka kesejahteraan akan mengikuti,” tegasnya.

Dijelaskannya, PPDI Kabupaten Ciamis sedang menghadapi beberapa tantangan, di antaranya pembentukan Koperasi Merah Putih dan permasalahan dalam pengalokasian 20% dana ketahanan pangan dari APBDes ke BUMDes.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan DPMD, Dinas Koperasi, dan Pemkab Ciamis untuk merumuskan solusi dan kebijakan bersama yang nantinya akan disosialisasikan ke seluruh kecamatan,” jelasnya.

Mas Ahim juga menyoroti minimnya admin desa yang paham sistem digitalisasi, terutama di tingkat kecamatan. Untuk itu Ia menyarankan agar DPMD menambah admin di tingkat eks-kewadanaan atau melatih para Kasi Pemerintahan (Kaspem) agar bisa menjalankan peran sebagai admin teknis.

“Kalau admin ada di kecamatan, komunikasi, konsolidasi dan pelayanan bisa lebih cepat. Selama ini harus ke kabupaten dulu, dan itu menghambat,” tegasnya.

Mas Ahim pun menekankan pentingnya kemampuan perangkat desa dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang baik dan seragam.

“Perencanaan adalah kunci pembangunan. Kami harap tahun ini ada pelatihan teknis penyusunan RAB dari DPMD agar perangkat desa makin siap menghadapi tantangan,” ungkapnya.

Mas Ahim mengajak para perangkat desa untuk meningkatkan kapasitas kualitas kerja, menurutnya, jika kinerja sudah baik ditambah dengan prestasi maka kesejahteraan pun akan mengikuti.

“Kita memang harus aktif dalam organisasi tetapi jangan sampai mengabaikan tanggung jawab utama di desa,” jelasnya.

Camat Sadananya, Ahmad Rohimat, sangat mengapresiasi acara pelantikan dan pengukuhan PK-PPDI. Ia berharap kepengurusan yang baru bisa menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan desa.

“Perangkat desa harus terus mengasah kompetensi agar mampu menjawab dinamika sosial dan pemerintahan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PK-PPDI Kecamatan Sadananya, Gilar Yuga bertekad untuk menjadikan PPDI sebagai wadah perjuangan yang hidup, aktif dan penuh manfaat bagi para perangkat desa.

BACA JUGA: KPU Ciamis Gelar Rapat Pleno Terbuka PDPB, Jaga Akurasi dan Integritas Data Pemilih

“PPDI ini bukan sekadar struktur, tapi menjadi rumah besar bagi perangkat desa. Kita bersatu, belajar, berbagi, dan berjuang. Kita adalah garda terdepan pelayanan publik di tingkat desa,” ungkapnya.

Diakuinya, di era digital perangkat desa idak hanya dituntut cepat dan akurat dalam pelayanan, tetapi juga harus mampu memahami sistem informasi, mengelola data, dan mengikuti arus regulasi yang terus berubah.

“Ini bukan hal mudah, PPDI harus menjadi pelita ditengah perubahan. Kita harus naik kelas, bukan hanya dalam kapasitas, tetapi juga dalam mentalitas,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah fokus utama yang akan dilaksanakan dalam masa kepemimpinannya, mulai dari penguatan kapasitas melalui pelatihan dan diskusi, pengawalan terhadap hak-hak perangkat desa.

“Kita juga akan membangun jaringan komunikasi lintas desa agar setiap perangkat merasa menjadi bagian dari gerakan besar,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Related Articles

Back to top button