2025 Banyak Dikritik, Ini Data Lengkap Capaian Pemkot Tasik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sepanjang 2025, Pemerintah Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Viman–Diky bukan tanpa cela. Kritik datang bertubi-tubi dan nyaris tak pernah benar-benar reda. Mulai dari persoalan sampah yang kerap memicu keluhan warga, banjir langganan di sejumlah titik, rotasi–mutasi pejabat yang penuh drama dan hingga detik ini belum tuntas, sampai isu “tim pembisik” yang santer dibicarakan di balik layar kekuasaan. Di level atas, disharmoni top management beberapa kali menjadi konsumsi publik, lalu ditutup dengan kabar ratusan proyek yang gagal bayar menjelang tutup buku 2025.
Singkatnya, tahun ini bukan tahun yang ramah bagi pemerintah kota jika diukur dari suhu kritik publik.
Baca berita menarik lainnya: Anggaran Morat-Marit, Apa Kabar 12 Tunjangan DPRD Kota Tasikmalaya?
Namun di tengah riuh rendah sorotan negatif itu, satu hal menarik muncul dari rangkaian data resmi yang dipublikasikan Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya: capaian kerja ternyata tidak sepi-sepi amat. Bahkan, di sejumlah sektor, angkanya cukup padat dan konkret. Berikut data lengkap capaian Pemkot Tasikmalaya sepanjang 2025, sebagaimana dirilis melalui dokumen resmi perencanaan daerah.
Lingkungan dan Kebersihan: Fokus di Hulu Masalah
Di sektor lingkungan hidup, Pemkot mencatat pembentukan dan pembinaan 68 kelompok bank sampah. Selain itu, dilakukan pengadaan 30 unit kontainer sampah, 3 unit dump truck, dan 1 unit armroll untuk mendukung operasional pengangkutan. Sebanyak 85 tempat sampah beroda juga disebar, disertai 1 kegiatan Gedong Resik dan penanaman 2.777 bibit pohon.
Angka ini belum tentu menghapus kesan “darurat sampah” yang dirasakan warga, tetapi setidaknya menunjukkan adanya upaya struktural, bukan sekadar imbauan normatif. Semoga saja, di bawah kepemimpinan yang baru, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya bisa lebih menunjukkan kinerjanya. Jangan malah sebaliknya.
Infrastruktur Dasar: Jalan, Air, dan Drainase
Melalui Dinas PUTR, pembangunan sarana air minum dilakukan di 34 lokasi, sementara sarana air limbah menjangkau 28 lokasi. Rehabilitasi sistem drainase jalan tercatat di 5 lokasi, dan drainase lingkungan di 34 lokasi. Pemeliharaan rutin jalan mencapai 18,32 kilometer.
Pembangunan fisik lainnya meliputi lanjutan Jalan Lingkar Utara sepanjang 143 meter, pembangunan dua jembatan (di Cibunigeulis II dan Bantar Gedang), serta rehabilitasi jalan di kawasan strategis seperti Jalan KHZ Mustofa, Jalan Masjid Agung, dan Lingkar Pasar Cikurubuk. Selain itu, pembangunan 3 lokasi dinding penahan tanah (DPT) juga masuk dalam catatan.
Baca berita menarik lainnya: Waspada! Muncul Shadow Website DPRD Kota Tasikmalaya
Di sektor penerangan jalan, Dinas Perhubungan mencatat 355 unit PJU direhabilitasi dan 107 unit PJU baru dipasang.
Perumahan dan Permukiman
Dinas Perwaskim melaporkan perbaikan 40 unit rumah tidak layak huni serta 36 unit kegiatan pencegahan kawasan kumuh di wilayah dengan luasan di bawah 10 hektare. Program ini menyasar aspek yang jarang viral, tetapi langsung menyentuh kualitas hidup warga.
Layanan Publik dan Digitalisasi
Di bidang pelayanan, pembangunan dan rehabilitasi gedung pemerintahan cukup masif. Mulai dari gudang arsip Samsat, lanjutan pembangunan Gedung Dinas Kominfo, hingga rehabilitasi dan pembangunan kantor kelurahan di lebih dari sepuluh titik.
Disdukcapil menjalankan program PASUTRI (akta nikah, KK, dan KTP elektronik) sepanjang 12 bulan, serta menyelenggarakan 133 sidang isbat terpadu. Sementara Diskominfo mencatat pengembangan 5 aplikasi digital pelayanan publik, 1 aplikasi optimalisasi PAD, dan penyediaan akses internet publik di 10 titik.
Ekonomi Rakyat, UMKM, dan Ketenagakerjaan
Di sektor ekonomi, Dinas KUMKM melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap 47 koperasi, menilai kesehatan 47 KSP/USP, serta melibatkan ribuan warga dalam program pelatihan dan pemberdayaan UMKM, dengan total partisipasi mencapai lebih dari 1.600 orang.
Baca berita menarik lainnya: Vandalisme Tasikmalaya dan Salah Kaprah Pelaporan oleh Ketua DPRD
Dinas Tenaga Kerja mencatat 265 pencari kerja mengikuti pelatihan keterampilan, 2.753 orang mengakses layanan informasi pasar kerja online, dan 112 orang terlibat dalam job fair atau bursa kerja.
Pangan dan Perikanan
Melalui DKP3, Pemkot menggelar berbagai pelatihan dan bantuan di sektor perikanan, hortikultura, dan peternakan. Total penerima manfaat tersebar pada puluhan kelompok dan ratusan individu, termasuk 360 orang pembudidaya ikan kecil dan 115 kelompok hortikultura.
Antara Kritik dan Angka
Data ini tentu tidak serta-merta menutup kritik. Masalah sampah, banjir, tata kelola birokrasi, hingga gagal bayar proyek tetap menjadi catatan serius yang menuntut jawaban. Namun di sisi lain, angka-angka ini menunjukkan bahwa roda pemerintahan tetap bergerak, meski jalannya terseok dan sering tersandung.
Di sinilah realitas 2025 Pemkot Tasikmalaya: gaduh di ruang publik, tapi cukup sibuk di ruang kerja. Tentu, semua pihak berharap, capaian ini benar-benar terasa manfaatnya, bukan sekadar padat dalam laporan data. (AS)
Sumber data: Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya



