Berita Tasikmalaya

4 Grandmaster Catur dari Jabar: “3 Diantaranya Ternyata Wanita”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar tentang adanya grandmaster di babak kualifikasi catur Porprov Jabar 2026 yang digelar di Islamic Center Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, langsung memantik perhatian. Bukan hanya karena jumlah peserta yang mencapai ratusan, tetapi juga karena munculnya kembali empat nama besar yang selama ini menjadi kebanggaan Jawa Barat. Tiga dari mereka adalah perempuan, dan semuanya punya rekam jejak panjang di ajang nasional dan internasional.

Redaksi belum mendapatkan konfirmasi resmi apakah keempatnya turun di babak kualifikasi tahun ini di Islamic Center Singaparna. Namun yang pasti, mereka semua pernah debut di Porprov sebelumnya, tahun 2022. Riwayat itu saja sudah cukup untuk menjadi bahan perbincangan di arena.

Dan kalau melihat prestasi mereka, pertarungan di Singaparna sejak hari ini jelas bukan pertarungan biasa. “Jelas bukan kaleng-kaleng”, ujar Dadang (54), peminat catur dari Tasikmalaya.


Irene Sukandar: Dua Kali Juara Asia

Nama Irene Kharisma Sukandar sudah sangat akrab di dunia catur Indonesia. Lahir 7 April 1992, ia menjadi pecatur putri pertama Indonesia yang meraih gelar Woman Grandmaster (WGM) dan International Master (IM). Prestasinya tidak main-main. Ia dua kali menjadi juara catur putri Asia dan meraih dua medali emas di SEA Games 2013.

Irene menempuh pendidikan di Universitas Gunadarma. Ia dikenal berani, matang, dan sangat sulit ditaklukkan di papan catur. Pada Porprov tahun 2022 lalu, Irene memperkuat Kabupaten Bogor, dan kehadirannya selalu membawa suasana kompetisi yang membuat lawannya berkeringat hebat.


Medina dan Dewi: Duet Bekasi yang Kaya Prestasi

Selain Irene, ada dua grandmaster putri lain yang juga berasal dari Jawa Barat. Keduanya sama-sama mengharumkan nama Indonesia di berbagai turnamen internasional.

Yang pertama adalah Medina Warda Aulia, lahir 7 Juli 1997. Medina meraih gelar Grandmaster Wanita pada 2013 dan menjadi WGM termuda di Indonesia. Gelar International Master (IM) ia raih pada 2020. Medina dikenal cepat, agresif, dan sangat berbahaya dalam permainan tengah. Pada Porprov 2022, ia memperkuat Kabupaten Bekasi.

Lalu ada Dewi Ardhiani Anastasia Citra. Pecatur kelahiran Tarakan ini meraih gelar WGM setelah mengikuti turnamen IM Round Robin Third Saturday 54 di Serbia pada 2017. Dewi pernah membawa pulang emas SEA Games 2021 Hanoi di nomor individu standard putri. Ia juga menjadi bagian dari Tim Indonesia di Asian Games 2022 Hangzhou. Pada Porprov 2022, ia juga membela Kabupaten Bekasi.

Dua atlet putri ini bukan hanya berprestasi. Mereka juga menjadi inspirasi banyak pecatur muda Jawa Barat yang kini hadir di Islamic Center Singaparna.


Susanto Megaranto: GM Termuda Indonesia

Grandmaster keempat adalah GM Susanto Megaranto. Lahir 8 Oktober 1987 di Indramayu, ia mencetak sejarah pada 2004. Pada usia 17 tahun, ia menjadi Grandmaster termuda Indonesia, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang GM Utut Adianto.

Susanto adalah salah satu pemain paling stabil yang dimiliki Indonesia. Gaya permainannya tenang, presisi, dan sering membuat lawan terkunci tanpa ruang bergerak. Pada Porprov sebelumnya, ia tampil memperkuat Kabupaten Bekasi bersama Medina dan Dewi.


Jadi sejak porprov sebelumnya, cabor catur di Porprov Jabar bukan sekadar kompetisi lokal. Standarnya tinggi. Atmosfernya berat.

Dan melihat siapa saja yang pernah turun di Porprov, wajar jika publik menyebut bahwa grandmaster di babak kualifikasi catur Porprov Jabar 2026 menjadi salah satu cerita paling ditunggu.

Singaparna hari ini bukan hanya arena kualifikasi. Ia berubah menjadi panggung para pemain terbaik Jawa Barat. Dan bagi para peserta, inilah kesempatan menunjukkan apakah mereka mampu menembus level para legenda. (GPS)

Related Articles

Back to top button