Berita Jabar

Biro Perekonomian Jabar Sukses Gaet Investor Milyaran USD

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Saat banyak provinsi mengeluh karena anggaran daerah dipotong pemerintah pusat, Biro Perekonomian Jabar justru melangkah dengan cara berbeda. Di tengah gelombang protes 18 gubernur, biro ini bergerak cepat mencari solusi. Hasilnya mencengangkan, miliaran dolar investasi siap masuk ke Jawa Barat.

Investasi Energi Bernilai Fantastis

Keberhasilan itu lahir dari kerja sama PT Migas Utama Jabar (Perseroda), mitra resmi Pertamina, dengan PT Enerproco Global Indonesia. Kedua perusahaan sepakat memperkuat pengelolaan potensi migas di Jawa Barat melalui penerapan teknologi energi modern. Kolaborasi kedua perusahaan ini tentu tidak terlepas dari peran strategis Biro Perekonomian Jabar.

PT Enerproco Global Indonesia berbasis di Jakarta dan Houston, Amerika Serikat. Perusahaan ini berafiliasi dengan ENERPROGROUP LLC, pemimpin global di bidang Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR). Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan produksi minyak hingga 30 persen di berbagai negara, seperti Indonesia, India, Kuwait, dan Inggris.

Nilai investasi yang disiapkan mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Dana tersebut akan dieksekusi untuk pengembangan lapangan migas potensial, termasuk E-Main dan Zulu di Jawa Barat. Kedua pihak menegaskan kerja sama itu melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Selasa (14/10/2025).

“Kami ingin menjadikan Enerproco sebagai mitra strategis dalam pengelolaan migas Jawa Barat. Pendekatan ramah lingkungan menjadi prioritas kami,” ujar Muhamad Sani, Direktur PT Migas Utama Jabar (Perseroda).

Teknologi Ramah Lingkungan dan Efisien

Direktur Operasional PT Enerproco Global Indonesia, Risvi Shihab, menyampaikan keyakinannya terhadap potensi besar Jawa Barat.

“Kami membawa teknologi berstandar internasional yang sudah terbukti efektif. Melalui kerja sama ini, kami siap membantu Jawa Barat mengoptimalkan potensi migasnya dengan cara yang efisien dan berkelanjutan,” katanya.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis Biro Perekonomian Jabar untuk memperkuat sektor energi daerah. Selain menambah nilai ekonomi, kolaborasi ini juga sejalan dengan visi pembangunan hijau yang dicanangkan pemerintah provinsi. Dengan begitu, investasi energi tidak hanya menguntungkan, tetapi juga berkelanjutan.

Jawa Barat Jadi Magnet Investasi Baru

Kepala Biro Perekonomian Jabar, Budi Kurnia, menyebut kolaborasi ini sebagai bukti bahwa Jawa Barat mampu bersaing dalam menarik investasi global.

“Jawa Barat siap menjadi pusat investasi energi berbasis inovasi dan teknologi tinggi. Kami membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat industrialisasi energi daerah,” tegasnya.

Menurut Budi, proyek ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan sinergi antara PT Migas Utama Jabar, Pertamina, dan investor internasional, potensi migas daerah dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Langkah Cerdas di Tengah Tekanan Fiskal

Di saat daerah lain terhambat pemotongan anggaran, Biro Perekonomian Jabar justru menciptakan peluang baru. Biro ini membuktikan bahwa keterbatasan fiskal bukan alasan untuk berhenti bergerak. Melalui inovasi, jejaring global, dan kerja konkret, Jawa Barat menunjukkan arah baru pembangunan energi yang adaptif dan produktif.

Kolaborasi ini juga menegaskan peran aktif pemerintah daerah dalam menjembatani dunia usaha dan teknologi. Dengan strategi yang tepat, investasi asing dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Pada akhirnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Biro Perekonomian Jabar tidak sekadar mengurus administrasi ekonomi. Biro ini mampu menjadi motor inovasi yang memadukan visi daerah dengan peluang global. Jawa Barat kini berdiri di garis depan sebagai provinsi yang berani berpikir strategis, bertindak cepat, dan bekerja cerdas untuk masa depan energi Indonesia. (GPS)

Related Articles

Back to top button