Terang di Tengah Sawit: Listrik PLN Ubah Wajah Desa Seraras

Listrik PLN ubah wajah Desa Seraras, Kalimantan Barat. Warga kini menikmati terang setelah puluhan tahun bergelap.
Listrik Desa Seraras: Terang yang Menghapus Gelap Puluhan Tahun
lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL – Desa Seraras di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kini tak lagi diselimuti gelap ketika malam datang. Setelah puluhan tahun bergantung pada lilin dan genset, warga akhirnya menikmati cahaya listrik yang mengalir dari PLN sejak 2014. Inilah kisah perubahan hidup masyarakat desa lewat program Listrik Desa Seraras yang menjadi simbol pemerataan energi di pelosok negeri.
Bagi Sadiah (44), warga asli Seraras, cahaya listrik bukan sekadar penerangan—melainkan simbol peradaban baru. “Dulu kami hanya mengandalkan lilin atau genset RT. Kalau tak punya uang beli solar, rumah tetap gelap,” katanya mengenang masa-masa sulit sebelum listrik masuk.
Selama bertahun-tahun, warga Desa Seraras harus patungan membeli solar untuk menyalakan genset milik ketua RT. Setiap malam mereka merogoh kocek Rp10.000–Rp20.000 demi empat jam cahaya, dari pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Ketika genset mati, kampung kembali gelap, hanya diselimuti suara jangkrik dan gemericik air Sungai Kapuas.
Kini, suasana itu tinggal kenangan. Sejak PLN mengalirkan listrik melalui program Listrik Desa Seraras, malam tak lagi menjadi ancaman bagi aktivitas warga. Anak-anak belajar lebih lama, ibu-ibu bebas mencuci dan memasak tanpa khawatir kehabisan solar.
Dari Lilin ke Listrik: Perubahan Hidup yang Nyata
Transformasi Desa Seraras dimulai satu dekade lalu. Melalui inisiatif Koperasi Unit Desa (KUD) yang menaungi petani kelapa sawit, warga bersama-sama mengajukan pemasangan listrik PLN. Biaya pemasangan mencapai Rp4,7 juta per 1 kWh, namun hasilnya dianggap sepadan.
Sadiah mengaku sempat khawatir tagihan listrik akan lebih mahal dari membeli solar. “Ternyata tidak. Sekarang saya hanya bayar sekitar Rp150.000 per bulan untuk token listrik,” ujarnya sambil tersenyum.
Dengan listrik PLN, banyak hal berubah. Aktivitas rumah tangga menjadi lebih efisien, anak-anak bisa menonton televisi dan belajar dengan nyaman. Warga juga mulai memanfaatkan peralatan elektronik yang dulu dianggap mewah. “Sekarang semuanya lebih mudah. Mencuci enak, masak cepat, semuanya bisa dikendalikan,” tutur Sadiah.

Meski sudah menikmati kemudahan, warga tetap menerapkan prinsip hemat energi. Sadiah misalnya, membatasi penggunaan alat elektronik agar token listrik tak cepat habis. Kesadaran ini tumbuh dari pengalaman panjang hidup dalam keterbatasan energi.
PLN dan Pemerataan Energi di Pelosok Nusantara
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program Listrik Desa Seraras hanyalah satu dari ribuan kisah serupa di penjuru Indonesia. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), pemerintah menargetkan penyambungan listrik di 1.285 desa hingga akhir 2025.
“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat — dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi, hingga terbukanya lapangan kerja baru,” ujar Darmawan, Jumat (17/10/2025).
Untuk mencapai target tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah 3.265 kms, serta 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Dengan infrastruktur ini, lebih dari 77.000 keluarga akan segera menikmati listrik.
Bagi PLN, angka-angka itu bukan sekadar data, melainkan kehidupan yang berubah. Anak-anak di desa bisa belajar pada malam hari, usaha kecil tumbuh, dan desa menjadi lebih sejahtera.
Listrik Desa Seraras Jadi Simbol Kemandirian Energi
Kehadiran Listrik Desa Seraras menjadi bukti nyata bahwa pembangunan energi di pelosok bukan utopia. Di tengah rimbunan sawit dan akses jalan yang tak selalu mudah, semangat warga untuk maju tak pernah padam.
Kini, Seraras bukan lagi kampung gelap di tepi Kapuas. Setiap rumah bercahaya, televisi menyala, dan aktivitas malam hidup kembali. Pemerataan listrik bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga membuka peluang baru bagi generasi muda di desa.
Dengan pasokan listrik stabil, warga kini mulai berani bermimpi membuka usaha kecil: warung, laundry, dan kios isi ulang token. Listrik bukan sekadar energi, melainkan fondasi ekonomi baru di pedesaan.
Program Listrik Desa PLN menerangi Desa Seraras, mengubah kehidupan warga dari gelap menuju terang dan membuka peluang ekonomi baru. (MD)



