Berita Ciamis

Kaban Kesbangpol Ciamis: “Literasi Politik untuk Demokrasi Desa”

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa literasi politik di tingkat desa harus menjadi prioritas bersama. Menurutnya, desa adalah ruang pertama dan paling dekat bagi warga dalam merasakan praktik demokrasi. Karena itu, penguatan pemahaman politik masyarakat desa dinilai penting untuk menjaga kualitas demokrasi di tingkat kabupaten hingga nasional.

Ia menilai bahwa tantangan politik hari ini tidak hanya hadir dalam momentum pemilu, tetapi setiap hari melalui arus informasi yang cepat dan tidak selalu akurat. Masyarakat desa, yang kini semakin terhubung dengan teknologi, memiliki kebutuhan literasi politik yang sama besarnya dengan masyarakat perkotaan. Dalam pandangannya, literasi politik bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan dasar warga negara.


Literasi Politik sebagai Pondasi Demokrasi Desa

Dr. Yadi menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat tidak mungkin tumbuh tanpa masyarakat yang memahami hak dan kewajiban politiknya. Warga desa, katanya, harus diberdayakan agar mampu membaca situasi politik dengan jernih, tidak mudah terprovokasi, dan berani menyampaikan pendapat secara bijak.

Ia menegaskan bahwa pemahaman politik yang baik akan menentukan kualitas keputusan politik yang dibuat masyarakat. “Ketika warga desa tahu apa yang menjadi hak mereka, memahami bagaimana proses pemerintahan berjalan, dan mampu melihat isu politik secara kritis, maka demokrasi di desa akan tumbuh lebih matang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik kecil di tingkat desa sering muncul bukan karena perbedaan pilihan, tetapi karena minimnya pemahaman politik. Ketika warga memahami proses politik dengan benar, tensi sosial dapat ditekan dan stabilitas daerah menjadi lebih terjaga.

Menurutnya, demokrasi di desa tidak hanya tampak dalam pemilu kepala desa, musyawarah desa, atau penyusunan anggaran desa, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari. Di situlah literasi politik memainkan peran penting dalam membangun budaya dialog, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan.


Peran Generasi Muda dalam Masa Depan Demokrasi Lokal

Dalam setiap paparannya, Kaban Kesbangpol Ciamis selalu menekankan pentingnya peran pemuda sebagai penentu arah demokrasi ke depan. Ia mendorong agar generasi muda di desa tidak menjauh dari ruang politik, melainkan terlibat aktif dalam berbagai forum diskusi, musyawarah, dan kegiatan sosial.

“Pemuda desa harus dibekali kemampuan membaca dinamika politik sejak sekarang. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, baik di tingkat desa maupun daerah. Jika mereka memiliki pemahaman politik yang sehat, maka masa depan demokrasi kita lebih terjamin,” jelasnya.

Dr. Yadi melihat bahwa pemuda desa saat ini memiliki peluang besar berkat akses informasi yang luas. Namun, tanpa literasi politik, akses tersebut justru bisa membawa kebingungan dan memicu penyebaran informasi menyesatkan. Karena itulah, Kesbangpol Ciamis terus mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk membuka ruang-ruang pembelajaran politik bagi generasi muda.


Kesbangpol Ciamis Dorong Penguatan Literasi Politik Desa

Kesbangpol Ciamis, kata Dr. Yadi, berkomitmen melanjutkan program pendidikan politik di desa-desa sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi demokrasi lokal. Menurutnya, program ini bukan agenda jangka pendek, tetapi langkah strategis untuk menyiapkan masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan tangguh menghadapi dinamika politik.

Ia menegaskan bahwa masyarakat desa memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan daerah. Oleh karena itu, mereka harus dibekali pemahaman politik yang cukup agar mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab.

“Politik tidak seharusnya menjadi sesuatu yang menakutkan. Politik adalah ruang kita bersama untuk menentukan masa depan. Jika masyarakat desa melek politik, maka pembangunan daerah akan berjalan lebih sehat dan tepat sasaran,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Yadi saat memberikan materi dalam kegiatan Pendidikan Politik yang digelar pada Jumat, 14 November 2025, di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Ciamis. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh pemuda, dan masyarakat umum terlihat antusias mengikuti pemaparan mengenai sistem politik nasional, bahaya politik uang, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik.

Dengan penguatan literasi politik desa, Kesbangpol Ciamis berharap lahir generasi warga yang tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga mampu menjadi bagian aktif dalam merawatnya. Demokrasi yang sehat, menurut Dr. Yadi, selalu dimulai dari desa. (GPS)

Related Articles

Back to top button